JAKARTA – Pilihan bagi Megawati Hangestri Pertiwi di pasar transfer V-League semakin mengerucut ke Hyundai E&C. Namun, kepastian kembalinya sang bintang ke Korea bergantung pada kindisi lutut kanannya.
Mega dikenal sebagai pemain kuota Asia terbaik dalam sejarah Divisi Wanita V-League. Pada musim 2023–2024, ia membawa Red Sparks ke playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Setahun kemudian, ia kembali mencatat sejarah dengan mengantar tim ke final kejuaraan setelah 13 musim. Selama dua musim, Mega tampil dalam 67 laga, mencetak 1.538 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 46,01%.
Setelah musim 2024–2025, Mega hijrah ke klub Turki Manisa Büyükşehir Belediyespor. Meski banyak klub V-League mengincarnya, perubahan sistem kuota Asia menjadi agen bebas sejak musim 2026–2027 membuat persaingan semakin ketat. Namun, sejumlah klub mulai mundur karena khawatir dengan kondisi lutut Mega.
Pihak Mega mengakui lutut kanannya sempat bermasalah, tetapi menegaskan pemulihan berjalan baik. “Mega saat ini bermain di Indonesia dengan kontrak jangka pendek. Ia menjalani perawatan suntikan sederhana tetapi tidak merasakan sakit. Kami bahkan telah memberikan gambar MRI dan laporan medis kepada klub-klub yang menanyakan kondisi fisiknya,” ujarnya, dilansir Naver Sport, Kamis (23/4/2026).
Red Sparks, yang sempat disebut sebagai tujuan potensial, akhirnya memilih pemain kuota Asia dari Tiongkok. Klub-klub lain juga sudah mengunci rekrutan mereka, sehingga Hyundai E&C menjadi satu-satunya opsi domestik. Manajemen Hyundai E&C menegaskan akan menandatangani kontrak jika kondisi Mega benar-benar pulih. Jika tidak, mereka akan mencari alternatif dari Jepang, Tiongkok, atau Thailand.