ATLANTA – Nickeil Alexander-Walker mencuri perhatian publik bola basket dunia setelah resmi dinobatkan sebagai Most Improved Player (MIP) NBA 2025-2026 usai menunjukkan lonjakan performa yang luar biasa sepanjang musim.
Guard andalan Atlanta Hawks itu mengungguli dua kandidat kuat lainnya, Deni Avdija dan Jalen Duren, sekaligus mencatatkan namanya sebagai pemain kedua Hawks yang meraih penghargaan ini dalam dua musim terakhir.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata transformasi besar Alexander-Walker yang sebelumnya tidak terlalu menonjol, namun kini menjelma sebagai salah satu motor serangan paling berbahaya di liga.
Dalam pernyataannya, Alexander-Walker mengakui sempat merasa tertekan dengan ekspektasi tinggi dari tim sebelum musim dimulai.
“Saya sempat merasa gugup karena organisasi Hawks memberikan kepercayaan besar kepada saya sejak awal,” ujarnya dilansir NBA, Sabtu (25/4/2026).
Pemain berusia 27 tahun itu mencatatkan rata-rata 20,8 poin per gim, melonjak drastis dibandingkan rata-rata enam musim sebelumnya, sekaligus menjadi rekor terbaik sepanjang kariernya.
Efisiensinya juga meningkat signifikan dengan akurasi tembakan mencapai 46 persen, disertai kontribusi 3,7 assist, 3,4 rebound, dan 1,3 steal per pertandingan.
Lonjakan statistik tersebut tidak lepas dari peningkatan menit bermain yang ia terima, yakni total 2.603 menit sepanjang musim atau naik tajam dari rekor sebelumnya.
Meski demikian, performa impresifnya memang layak mendapat kepercayaan tersebut, terbukti dari 251 tripoin, 277 tembakan bebas masuk, akurasi 40 persen dari garis tiga angka, serta 90 persen dari garis free throw yang semuanya menjadi catatan terbaiknya.
Musim ini juga menjadi awal dari kontrak empat tahun senilai 62 juta dolar AS bersama Hawks, di mana ia memulai sebagai pemain cadangan sebelum akhirnya naik menjadi starter.
Perubahan peran itu terjadi saat Trae Young mengalami cedera lutut, yang kemudian berujung pada trade besar pada Januari yang mengirim Young ke Washington dan membuka jalan bagi Alexander-Walker menjadi starter utama.
Menariknya, kesuksesan ini juga mempertegas dominasi keluarganya di NBA, mengingat sepupunya, Shai Gilgeous-Alexander, merupakan MVP musim sebelumnya dan kembali masuk kandidat MVP musim ini.
Rekan setimnya, Dyson Daniels, menilai perkembangan pesat Alexander-Walker tidak lepas dari sistem pembinaan pemain di Atlanta Hawks yang dinilai sangat efektif.
“Atlanta punya sistem pengembangan pemain yang luar biasa, pelatih memberi kebebasan pemain untuk berkembang dan itu terlihat jelas dari permainan Nickeil musim ini,” kata Daniels.
Di sisi lain, NBA juga telah mengumumkan beberapa penghargaan lain pascamusim reguler, termasuk Victor Wembanyama yang mencetak sejarah sebagai Defensive Player of the Year termuda dengan kemenangan mutlak.
Shai Gilgeous-Alexander hampir meraih penghargaan Clutch Player of the Year secara bulat, sementara Keldon Johnson dinobatkan sebagai Sixth Man of the Year setelah mengalahkan Jaime Jaquez Jr.
Adapun Derrick White meraih penghargaan Sportsmanship Award yang dipilih langsung oleh para pemain aktif NBA.
Sementara itu, sejumlah penghargaan bergengsi lainnya masih dinantikan pengumumannya, termasuk MVP, Coach of the Year, dan Rookie of the Year yang akan melengkapi daftar prestasi musim ini.
***
