JAKARTA – Piala Dunia bukan hanya menjadi panggung para pemain terbaik dunia, tetapi juga menghadirkan keuntungan finansial besar bagi para wasit yang dipercaya memimpin pertandingan di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa wasit yang bertugas di Piala Dunia musim panas ini berpeluang mengantongi pendapatan hingga 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,63 miliar (kurs Rp16.300 per dolar AS), belum termasuk berbagai bonus tambahan yang diberikan FIFA bagi mereka yang ditunjuk memimpin pertandingan pada fase-fase krusial.
Nominal tersebut meningkat signifikan dibandingkan bayaran yang diterima perangkat pertandingan pada Piala Dunia 2014 dan menjadi bagian dari upaya FIFA menghadirkan jajaran pengadil lapangan terbaik di ajang yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dua nama dari Liga Primer Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor, masuk dalam daftar wasit utama yang akan bertugas selama kompetisi berlangsung.
Selain keduanya, Jarred Gillett juga memperoleh penugasan khusus sebagai petugas Video Assistant Referee (VAR) setelah dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai di level tertinggi sepak bola Inggris.
Kesempatan memperoleh penghasilan maksimal terbuka bagi Oliver maupun Taylor apabila mereka dipercaya memimpin pertandingan final.
Namun peluang tersebut bergantung pada perjalanan tim nasional Inggris karena FIFA tidak akan menunjuk wasit asal negara yang masih terlibat dalam pertandingan yang mereka pimpin.
Untuk edisi kali ini, FIFA menetapkan total 52 wasit utama, 88 asisten wasit, dan 30 petugas VAR yang berasal dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.
Jumlah tersebut sempat berkurang setelah wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, gagal memasuki wilayah Amerika Serikat dan harus kembali ke Istanbul setelah ditolak saat pemeriksaan perbatasan.
Dari sisi pendapatan tahunan, profesi wasit elite juga menawarkan kompensasi yang sangat kompetitif.
Data dari English Football League (EFL) menunjukkan bahwa wasit level tertinggi di Inggris memperoleh rata-rata pendapatan antara 170.000 hingga 180.000 poundsterling per tahun atau setara Rp3,76 miliar hingga Rp3,98 miliar (kurs Rp22.150 per poundsterling).
Pendapatan tersebut berasal dari gaji pokok yang berkisar antara 72.000 hingga 148.000 poundsterling atau sekitar Rp1,59 miliar hingga Rp3,28 miliar, ditambah honor pertandingan dan bonus berdasarkan evaluasi kinerja.
Bahkan wasit dengan tingkat pengalaman paling rendah di Liga Primer Inggris tetap mampu memperoleh pendapatan sekitar 125.000 poundsterling per tahun atau setara Rp2,77 miliar.
“FIFA ingin memastikan bahwa turnamen terbesar dunia dipimpin oleh perangkat pertandingan terbaik yang tersedia,” demikian laporan yang menyoroti meningkatnya nilai kompensasi bagi para pengadil lapangan, dilansir The Independent, Rabu.
Besarnya bayaran tersebut menunjukkan bahwa kualitas kepemimpinan pertandingan kini menjadi salah satu investasi penting FIFA demi menjaga integritas dan kelancaran jalannya kompetisi sepak bola terbesar di dunia.***