Telur sudah lama menjadi primadona di dapur para ibu rumah tangga. Selain harganya yang relatif merakyat, bahan makanan ini merupakan sumber protein hewani bermutu tinggi yang sangat mudah diolah untuk menu sehari-hari.
Melansir laman resmi IPB University, Guru Besar Ilmu Gizi IPB, Prof. Rizal M. Damanik, mengungkapkan bahwa mengonsumsi dua butir telur per hari adalah bentuk investasi kesehatan sederhana namun berdampak masif bagi tumbuh kembang anak.
Meski kaya gizi dan mudah didapat, masyarakat wajib tahu bagaimana cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar manfaat baik di dalamnya tidak rusak atau malah menjadi sarang penyakit.
Ciri Fisik Telur Segar dan Berkualitas
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Niken Ulupi, membagikan panduan praktis untuk mengenali telur prima langsung dari tampilan fisiknya.
“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya yang kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” jelas Prof. Niken.
Agar tidak zonk saat belanja di pasar atau swalayan, berikut rambu-rambu yang perlu Anda perhatikan:
-
Bentuk & Tekstur Ideal: Pilih yang berbentuk oval sempurna. Hindari telur dengan ujung yang terlalu runcing atau tekstur cangkang yang kasar, karena hal itu bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan pada induk ayam saat bertelur.
-
Faktor Kebersihan: Pastikan permukaan cangkang bersih dari kotoran ayam. Cangkang yang kotor menandakan manajemen peternakan yang buruk dan berpotensi besar menjadi pintu masuk bagi bakteri berbahaya.
-
Mitos Warna Cangkang: Prof. Niken meluruskan salah kaprah yang selama ini beredar di masyarakat. Warna cangkang telur (baik putih maupun cokelat) tidak memengaruhi nilai gizi di dalamnya. Perbedaan warna tersebut murni karena faktor pigmen alami dari ras induk ayam saja.
Panduan Menyimpan Telur Agar Awet dan Bebas Bakteri
Cara penyimpanan yang keliru bisa membuat telur cepat membusuk bahkan memicu keracunan makanan. Prof. Niken membagikan tips penyimpanan yang aman:
-
Di Dalam Kulkas: Ini adalah cara terbaik. Menyimpan telur di dalam lemari es membuat mutunya tetap terjaga prima hingga satu bulan penuh.
-
Di Suhu Ruang: Jika terpaksa disimpan di luar kulkas, pastikan telur diolah dan dikonsumsi tidak lebih dari tiga minggu.
-
Jauhkan dari Bau Menyengat: Cangkang telur memiliki pori-pori yang sangat mudah menyerap aroma di sekitarnya. Jauhkan telur dari sumber panas serta bahan makanan berbau tajam (seperti terasi atau durian).
Sebagai catatan penutup yang sangat krusial, selalu pastikan untuk memasak telur hingga matang sempurna. Langkah ini wajib dilakukan guna mematikan risiko kontaminasi bakteri jahat seperti Salmonella atau E. coli yang berbahaya bagi pencernaan keluarga.