SUMSEL — Upaya memperkuat keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat terus digencarkan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Melalui Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan pentingnya menggabungkan kemajuan teknologi dengan semangat gotong royong sebagai fondasi utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Komitmen tersebut disampaikan langsung Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, saat membuka pelatihan yang berlangsung di Markas Polda Sumsel, Rabu (10/6/2026). Kegiatan pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan, simbol tradisional yang selama ini identik dengan sistem keamanan lingkungan dan kewaspadaan warga.
Mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat”, pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat peran masyarakat dalam mendukung stabilitas keamanan di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, Kapolda menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua. Karena apabila kondisi tidak aman, masyarakat tidak dapat beribadah, bekerja, dan belajar dengan baik,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan menjaga situasi kondusif di Sumatera Selatan selama ini lahir dari kerja sama yang terbangun antara masyarakat, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, hingga jajaran kepolisian di berbagai tingkatan.
Ribuan Anggota Satkamling Ikuti Pelatihan
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah anggota Satkamling yang mengikuti kegiatan tersebut. Dari total 4.247 anggota Satkamling yang tersebar di wilayah hukum Polda Sumsel, sebanyak 1.700 orang terlibat dalam pelatihan.
Sebanyak 100 peserta hadir langsung di lokasi kegiatan, sementara 1.600 peserta lainnya mengikuti pelatihan secara virtual dari masing-masing wilayah Polres.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan pengamanan lingkungan, tetapi juga memperkuat kapasitas anggota Satkamling dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.
Menurut Kapolda, keberadaan Satkamling saat ini harus berkembang dari sekadar penjaga lingkungan pada malam hari menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Teknologi Jadi Penguat Sistem Keamanan Lingkungan
Dalam menghadapi perkembangan zaman, Polda Sumsel mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk mendukung efektivitas pengawasan lingkungan.
Kapolda menilai fasilitas digital yang kini tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, termasuk penggunaan layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan respons cepat kepolisian.
Selain itu, pemasangan kamera pengawas atau CCTV juga dianggap sebagai instrumen penting dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan modern.
Meski demikian, Kapolda mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia.
“Teknologi memang membantu, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan tetap memiliki nilai yang sangat penting. Bertemu langsung dengan tetangga memberikan manfaat yang tidak dapat digantikan oleh media apa pun,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting di tengah meningkatnya penggunaan teknologi komunikasi yang sering kali mengurangi interaksi sosial secara langsung di lingkungan masyarakat.
Filosofi Rompi Satkamling dan Semangat Siaga 24 Jam
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Sandi Nugroho juga menyinggung filosofi yang terkandung dalam rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik”.
Menurutnya, tulisan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan komitmen seluruh anggota Satkamling dalam menjaga keamanan lingkungan secara berkelanjutan.
Angka 24/7 yang tertera pada rompi menjadi simbol kesiapsiagaan tanpa henti dalam mengawal ketertiban masyarakat selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.
Filosofi tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian anggota Satkamling sebagai mitra strategis kepolisian di tengah masyarakat.
Hadirkan Akademisi dan Pemerintah Daerah
Untuk memperkaya wawasan peserta, pelatihan turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang.
Mereka antara lain Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Prof. Rd. Muhammad Ikhsan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Selatan, Arinarsa JS, serta Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Deswan Ahsani.
Kehadiran para pemateri tersebut menunjukkan bahwa penguatan Satkamling tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan semata, tetapi juga mencakup pemahaman hukum, wawasan kebangsaan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung ketahanan lingkungan.
Satkamling Didorong Menjadi Garda Terdepan Deteksi Dini
Menutup arahannya, Kapolda berharap seluruh materi yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing.
Ia menilai Satkamling memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dengan mengedepankan kerja sama, kepedulian sosial, serta dukungan teknologi, Satkamling diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat layanan awal masyarakat sekaligus garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
Polda Sumsel optimistis penguatan peran Satkamling melalui pelatihan ini akan semakin memperkokoh kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di seluruh wilayah Bumi Sriwijaya.