DEPOK – Polsek Metro Tanah Abang berhasil mengungkap pabrik rumahan yang memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (18/1). Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat orang pelaku, yang diduga terlibat dalam produksi dan peredaran tembakau sintetis.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Aditya Simanggara, mengungkapkan bahwa pabrik tersebut telah beroperasi sejak Agustus 2024, dengan perkiraan omzet mencapai Rp12 miliar. “Kami mendapati bahwa lokasi ini merupakan tempat produksi bahan baku bibit sintetis yang akan dijadikan tembakau sintetis siap edar,” ujar Aditya pada Minggu (19/1), dilansir dari dari inews.
Keempat tersangka yang diamankan adalah TRW (27), FJ (23), DY (26), dan MS (30). Polisi menemukan bahwa mereka memiliki peran berbeda dalam rantai produksi, mulai dari produsen hingga pengedar. Aditya menjelaskan, penggerebekan berawal dari informasi mengenai aktivitas mencurigakan di kawasan Depok. Tim penyidik kemudian mengarah ke sebuah rumah di Gang Masjid Al Makmur, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, tempat di mana TRW dan FJ diamankan bersama dua paket tembakau sintetis serta dua ponsel.
Selanjutnya, polisi mengembangkan penyelidikan ke rumah kontrakan DY di Jalan Majelis Kalimulya, Depok. Di lokasi ini, tim menemukan bukti berupa 5 kg bahan baku bubuk sintetis, tiga bungkus tembakau mentah, serta peralatan produksi lainnya seperti cerobong hexos dan timbangan elektrik.
Pengembangan selanjutnya mengarah pada MS, yang merupakan pembuat utama bibit sintetis. MS diamankan di kawasan Bogor, dan polisi menemukan satu paket tembakau sintetis seberat 15 gram. “MS mengakui telah memproduksi bibit sintetis sejak pertengahan tahun lalu,” kata Aditya.
Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) juncto Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. Polisi mengungkapkan bahwa barang haram yang diproduksi di pabrik rumahan ini didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya.