JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia untuk negara sahabat serta sejumlah pimpinan lembaga negara, termasuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pada hari ini, Rabu (8/10/2025), pukul 15.00 WIB di Istana Negara.
Pelantikan ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh-tokoh penting yang diharapkan memperkuat diplomasi dan pembangunan nasional.
Sejak pukul 12.30 WIB, para calon pejabat mulai berdatangan ke Istana Negara. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, yang akan dilantik sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua.
Penunjukan Ribka diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah Papua melalui kebijakan yang inklusif dan strategis.
Selain itu, Anggito Abimanyu juga tampak hadir untuk dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS. Anggito telah resmi ditetapkan usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Senin (22/9/2025).
Bersamaan dengan Anggito, tiga nama lain juga lolos uji kelayakan, yakni Farid Azhar Nasution sebagai Wakil Ketua, serta Doddy Zulverdi dan Ferdinan Dwikoraja Purba sebagai anggota Dewan Komisioner LPS.
Pelantikan 10 duta besar ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat.
Nama-nama dubes yang akan dilantik belum diumumkan secara rinci, namun kehadiran mereka di Istana Negara menunjukkan kesiapan untuk menjalankan tugas diplomatik di panggung internasional.
Acara pelantikan ini diprediksi akan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Prosesi ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga langkah penting dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global serta mendorong pembangunan domestik yang lebih terarah.