Live Program Jelajah UHF Digital

Presiden Hungaria Mengundurkan Diri Karena Beri Grasi Pada Terdakwa Pelecehan Seksual Anak

Hungaria – Presiden Hungaria mengumumkan pengunduran dirinya secara langsung di televisi terkait keputusannya memberi grasi kepada seorang pria yang telah divonis menutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Pekan lalu terungkap bahwa Presiden Novak memberi grasi kepada seorang pria yang dipenjara karena memaksa anak-anak menarik kembali klaim pelecehan seksual terhadap seorang direktur panti asuhan anak-anak yang dikelola negara.

Protes yang menyerukan pengunduran dirinya telah semakin berkembang di Hungaria. Novak mengakui kesalahannya dalam memberikan grasi tersebut dan meminta maaf atas tindakannya.

Judit Varga, mantan menteri kehakiman yang menyetujui grasi tersebut, juga telah mengundurkan diri dari perannya sebagai pemimpin kampanye pemilihan umum Eropa untuk partai Fidesz yang dipimpin oleh Perdana Menteri Viktor Orban.

Kontroversi yang menyebabkan pengunduran diri tersebut muncul setelah nama-nama 25 narapidana yang diberi grasi oleh Novak pada April tahun lalu, dalam rangka kunjungan Paus Fransiskus ke Hungaria, diumumkan oleh media Hungaria pekan lalu.

Salah satu narapidana dalam daftar itu adalah wakil direktur panti asuhan anak-anak di dekat Budapest, yang dihukum tiga tahun karena memaksa anak-anak menarik kembali klaim pelecehan terhadap direktur panti.

Direktur tersebut sendiri telah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara atas kasus pelecehan anak-anak di fasilitas pemerintah tersebut.

Partai oposisi di Hongaria dan para demonstran telah menuntut pengunduran dirinya, namun keputusan Novak untuk mundur begitu mendadak dan tak terduga.

Novak merupakan tokoh yang populer di Fidesz dan merupakan politisi perempuan langka di negara yang didominasi oleh laki-laki. Dia adalah sekutu kunci dari Orban dan sebelumnya telah bekerja sebagai menteri keluarga.

Pada tahun 2022, Novak menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai presiden Hungaria, meskipun jabatannya kebanyakan bersifat seremonial.

Kasus ini telah menimbulkan skandal politik yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pemerintah nasionalis yang telah lama berkuasa di Hungaria.

Terutama, ini telah menyebabkan malu yang mendalam bagi Fidesz, yang menjadikan nilai-nilai keluarga tradisional sebagai dasar kebijakan sosialnya.

Dalam pidatonya secara langsung di televisi, Novak mengakui bahwa dia memberi grasi dengan keyakinan bahwa pria yang dihukum “tidak mengeksploitasi kerentanan anak-anak yang berada di bawah pengawasannya”.

Dia meminta maaf kepada korban yang “mungkin merasa bahwa saya tidak membela mereka”.

“Saya melakukan kesalahan, karena grasi dan kurangnya penjelasan telah memicu keraguan tentang kebijakan nol toleransi terhadap pedofilia,” tambah Novak.

Selain pengunduran diri Novak, seorang politisi perempuan terkemuka dari Fidesz juga telah mengundurkan diri terkait kasus yang sama.

Judit Varga, yang pada saat itu menjabat sebagai menteri kehakiman, menandatangani keputusan grasi tersebut.

Pengunduran diri ganda dari dua politisi perempuan terkemuka ini merupakan pukulan serius bagi Orban dan partainya, dengan Varga yang seharusnya memimpin daftar Fidesz dalam pemilihan umum Eropa pada bulan Juni mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *