Indonesia berselimut duka. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang gugur saat mengemban misi mulia di bawah bendera PBB (UNIFIL) di Lebanon, Timur Tengah.
Melalui unggahan syahdu di akun Instagram resminya, Presiden memberikan penghormatan terakhir bagi para martir perdamaian tersebut.
“Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” tulis Prabowo, Selasa (31/3).
Bagi Presiden, pengorbanan mereka bukan sekadar tugas negara, melainkan bukti nyata keberanian putra bangsa dalam menjaga martabat Indonesia di panggung dunia. “Dedikasi mereka adalah kehormatan bagi kita semua,” tegasnya.
Indonesia Menggugat: Tuntut Penyelidikan Internasional
Gugurnya para prajurit ini terjadi dalam rentetan serangan keji selama dua hari berturut-turut di wilayah konflik Lebanon. Tragedi bermula pada Minggu (29/3) saat Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri di Adchit Al Qusayr. Hanya berselang 24 jam, serangan kedua di dekat Bani Hayyan kembali merenggut nyawa dua prajurit Indonesia lainnya.
Merespons “hujan” serangan terhadap personel perdamaian ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri langsung mengambil sikap tegas. Indonesia mengutuk keras aksi tersebut dan menuntut akuntabilitas penuh dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Indonesia menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta serta kronologi kejadian,” bunyi pernyataan resmi Kemlu RI melalui platform X.
Pemerintah menegaskan bahwa serangan berulang terhadap pasukan perdamaian dalam waktu singkat adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima. Insiden ini menjadi alarm keras bagi dunia internasional mengenai memburuknya situasi keamanan di perbatasan Lebanon akibat eskalasi konflik yang kian memanas.