JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto, mengungkap pola unik dalam mengikuti perkembangan isu global dengan intensitas tinggi, termasuk kebiasaannya terbangun pada dini hari demi memastikan dirinya selalu selangkah lebih cepat dalam merespons dinamika dunia.
Dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” bersama jurnalis dan para pakar, Prabowo secara terbuka menyebut dirinya sebagai bagian dari kelompok yang kecanduan informasi atau “news junkies” yang terus memantau arus berita internasional.
“Ini sudah, we are news junkies. Kita ini sudah kena lah,” ujar Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026).
Pengakuan tersebut muncul saat Prabowo menanggapi pertanyaan analis politik Rizal Malarangeng mengenai cara seorang pemimpin menjaga keseimbangan hidup di tengah derasnya tekanan geopolitik global yang terus bergerak cepat.
“Bagaimana proses di tengah fokus sejarah yang berjalan cepat itu mengambil jarak dan santai mengendurkan? Kalau Churchill misalnya, di tengah perang pun tetap menjaga waktu istirahat.”
“Kalau ada waktu kosong sedikit, melukis dan memberi makan angsa. Kalau Ronald Reagan tidur siang juga, baca komik, menunggang kuda. Seorang Prabowo seperti apa?” tanya Rizal.

Menjawab hal itu, Prabowo menegaskan bahwa meski aktivitasnya padat, ia tetap mengutamakan kualitas istirahat dengan cara yang fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Ia mengaku kemampuan tersebut terbentuk sejak masa militernya, yang membiasakan dirinya untuk bisa beristirahat kapan saja dan di mana saja tanpa bergantung pada situasi ideal.
“Jadi mungkin ini ilmu saya dapat di tentara. Jadi bagi saya umpamanya naik mobil saya bisa tidur, naik helikopter saya bisa tidur, naik pesawat saya bisa tidur,” ungkapnya.
Presiden juga memaksimalkan waktu singkat di sela agenda resmi untuk mengisi ulang energi, bahkan hanya dengan durasi istirahat yang relatif singkat.
“Bagi saya 15 menit ngecharge gitu loh, apalagi 20 menit. My ideal actually is 30 menit,” lanjutnya.
Namun di balik kebiasaan efisiensi istirahat tersebut, Prabowo mengakui bahwa teknologi digital turut membentuk rutinitasnya dalam mengakses informasi global secara real time.
Ia kerap terbangun pada pukul tiga dini hari untuk memantau perkembangan terbaru dari berbagai belahan dunia melalui platform digital seperti YouTube.
“Jadi kadang-kadang saya tidurnya jam satu malam, tapi jam tiga malam saya bangun lagi. Kenapa? Ini masalahnya nih, teknologi. Kan ada YouTube.”
“Kita ini beda empat jam sama Timur Tengah, habis itu sama Amerika sekian jam. Jadi saya harus ikuti apa yang terjadi. Dan itulah mungkin yang membuat saya itu always a bit up to date,” jelasnya.
Menurut Prabowo, kebiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas pribadi, melainkan bagian dari strategi kepemimpinan agar mampu merespons cepat setiap isu global yang berpotensi berdampak langsung terhadap Indonesia.
Ia bahkan mencontohkan bagaimana perbedaan zona waktu justru dimanfaatkannya untuk memperoleh informasi lebih awal dibandingkan banyak pihak lainnya.
“Nah karena saya punya kebiasaan jam tiga saya bangun, saya buka YouTube. Jam tiga di Singapura itu kalau nggak salah di Washington DC itu tiga sore.”
“Jadi kalau Presiden Biden baru ngomong sesuatu, saya bisa langsung baca. Waktu saya jam sembilan sepuluh pidato, saya yang pertama menyampaikan tanggapan saya terhadap pidatonya Biden,” pungkasnya.***