JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana ambisius membentuk Pusat Finansial Khusus sebagai langkah strategis untuk menarik arus investasi asing di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan special financial center kini kembali menjadi prioritas nasional guna memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil dan aman.
“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” ujarnya di dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4).
Konsep ini sebenarnya bukan hal baru karena sebelumnya telah diusulkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dengan lokasi yang direncanakan berada di Bali.
Presiden menilai bahwa momentum global saat ini justru memperkuat urgensi realisasi proyek tersebut sebagai simbol ketahanan ekonomi Indonesia di tengah konflik dan ketidakstabilan internasional.
Fenomena perpindahan warga dari Rusia dan Ukraina ke Bali sejak konflik 2022 menjadi salah satu indikator meningkatnya daya tarik Indonesia di mata dunia.
Selain itu, pergeseran arus modal global akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah membuka peluang baru bagi Indonesia untuk menjadi tujuan utama investasi internasional.
“Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang?Indonesia salah satu yang paling diminati,” kata dia.
Menurut Prabowo, kondisi krisis global saat ini harus dilihat sebagai peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan yang tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan melalui kerja keras, ketelitian, dan keberanian dalam mengambil langkah inovatif.
“Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti,” tutup dia.***