SEMARANG – Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Tawang Semarang di Jawa Tengah pada Kamis (30/7/2026).
Pemugaran ini menjadi yang pertama sejak Stasiun Semarang Tawang mulai beroperasi pada 1914 sehingga menjadi tonggak penting pelestarian bangunan cagar budaya.
Presiden tiba sekitar pukul 11.10 WIB dan disambut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin.
Setibanya di lokasi, Prabowo menerima paparan mengenai proses revitalisasi yang telah diselesaikan oleh PT KAI.
Presiden kemudian menyapa masyarakat serta penumpang yang berada di area Stasiun Semarang Tawang sebelum acara dimulai.
Peresmian revitalisasi ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama jajaran pemerintah dan manajemen PT KAI.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini Kamis 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang,” kata Prabowo saat peresmian.
Usai seremoni, Presiden menjajal Kereta Nusantara Explorer yang menjadi layanan baru PT KAI untuk mendukung sektor pariwisata nasional.
Kereta tersebut menawarkan desain modern, kenyamanan premium, interior berkelas, serta konsep perjalanan yang lebih menarik bagi wisatawan.
“Terima kasih Kereta Api Indonesia dan hari ini saya akan mencoba kereta api baru yang diluncurkan KAI untuk mendorong menopang pariwisata, yang diberi nama Nusantara Explorer,” jelas Prabowo
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan revitalisasi tahap pertama dikerjakan selama 195 hari.
Pekerjaan difokuskan pada fasad depan, hall utama, serta sisi barat dan timur bangunan bersejarah tersebut.
“Tahap pertama adalah bagian fasad dari depan ini, termasuk hall itu, kemudian sisi barat dan sisi timurnya. Ini kami kembalikan lagi ke bentuk semula, Pak,” kata Bobby.
Menurut Bobby, seluruh konsep restorasi mengacu pada dokumentasi sejarah dan foto-foto lama peninggalan era Hindia Belanda.
Lampu, ornamen, dan elemen arsitektur dipulihkan agar kembali menyerupai desain asli saat pertama kali dibangun.
“Kami mendapatkan referensi ini karena dari foto-foto yang lama, dari foto zaman Belanda itu, karena lampu-lampunya saja itu kami kembalikan ke semula. Semua ornamen yang ada di sini kami kembalikan ke semula lagi,” ujarnya.
Stasiun Semarang Tawang dirancang arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) sejak 1911.
PT KAI berharap bangunan berusia lebih dari satu abad itu tetap mempertahankan nilai sejarah sekaligus menjawab kebutuhan transportasi modern.
Revitalisasi juga diharapkan memperkuat konektivitas wilayah, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan daya tarik wisata Kota Semarang.
“Kami berharap revitalisasi Stasiun Semarang Tawang ini memberikan manfaat luas kepada masyarakat, memperkuat konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjadi contoh bahwa pembangunan masa depan bisa kita lakukan tanpa melupakan akar sejarah dari bangsa,” tutur Bobby.
Peresmian turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.***



