JAKARTA – Dunia keuangan nasional mencatat babak baru dengan resmi dilantiknya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin (9/2/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, dipimpin langsung oleh Ketua MA Sunarto.
Thomas Djiwandono, yang lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, menyampaikan sumpah jabatannya di hadapan para pejabat tinggi negara.
“Saya berjanji, bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban Deputi Gubernur Indonesia, dengan sebaik-baiknya dan rasa tanggung jawab,” ujar Thomas saat upacara pelantikan berlangsung.
Penetapan Thomas sebagai pejabat baru BI merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026, yang disahkan pada 3 Februari 2026. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turut hadir memberikan ucapan selamat atas pengangkatan tersebut.
Sebelum dipercaya memegang posisi strategis di bank sentral, Thomas sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sekaligus menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-Officio dari Kementerian Keuangan.
Perjalanan kariernya dinilai mencerminkan pengalaman lintas bidang meski dirinya secara terbuka mengakui belum memiliki latar belakang di sektor moneter.
“Tapi saya punya kapabilitas lain yang bisa melengkapi,” ungkap Thomas dalam konferensi pers di Kemenkeu, 28 Januari 2026.
Lulusan Haverford College, Pennsylvania, jurusan studi sejarah ini, melanjutkan pendidikan masternya di Johns Hopkins University, Washington DC, pada bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.
Pengalaman akademiknya menjadi fondasi penting dalam memahami kebijakan global dan ekonomi makro.
Menariknya, Thomas pernah meniti karier sebagai jurnalis di Majalah Tempo tahun 1993 dan Indonesia Business Weekly setahun kemudian, sebelum akhirnya beralih ke bidang kebijakan publik dan keuangan negara.
Latar belakang keluarga Thomas juga tak kalah menarik. Ia merupakan putra dari Soedradjat Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia di era Presiden Soeharto, dan Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Garis keturunan dan pengalaman profesional yang kuat kian memperkokoh posisinya dalam dunia ekonomi dan pemerintahan Indonesia.
Pengangkatan Thomas Djiwandono diharapkan membawa perspektif baru di tubuh Bank Indonesia, khususnya dalam memperkuat kebijakan stabilitas moneter di tengah tantangan global 2026 yang kian kompleks.***