JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) melaporkan perkembangan terbaru pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut WIKA, pembangunannya kini telah mencapai 19,35 persen atau melampaui target rencana sebesar 18,29 persen dengan deviasi positif +1,6 persen.
Capaian ini menunjukkan akselerasi kinerja proyek strategis nasional yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2027 di tengah dinamika konstruksi yang terus berlangsung di berbagai segmen pekerjaan.
“Saat ini, pekerjaan proyek masih berjalan secara paralel di berbagai segmen,” kata Corporate Secretary WIKA Ngatemin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
“Beberapa pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi pekerjaan geotekstil, timbunan tanah, struktur Multi Utility Tunnel (MUT), struktur box culvert, struktur jembatan, rigid pavement, serta pekerjaan saluran drainase,” lanjutnya.
Percepatan progres ini mencerminkan konsistensi WIKA dalam menjaga produktivitas, kualitas pekerjaan, serta ketepatan waktu pelaksanaan proyek infrastruktur strategis di kawasan inti pemerintahan baru Indonesia.
“WIKA terus memastikan pelaksanaan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif berjalan sesuai target melalui penguatan koordinasi, penerapan metode kerja yang efektif, serta pengendalian mutu dan biaya secara berkelanjutan.”
“Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN,” ujarnya.
Dalam implementasinya, WIKA mengandalkan berbagai inovasi konstruksi modern seperti penggunaan Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry untuk meningkatkan akurasi serta mempercepat pengumpulan data di lapangan.
Selain itu, metode Sliding Formwork diterapkan pada pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) guna mendorong efisiensi waktu dan kualitas struktur konstruksi.
Pada aspek teknis struktur, teknologi Cooling Pipe digunakan dalam pengecoran pile cap mass concrete untuk mengendalikan suhu beton sehingga mampu meminimalkan risiko retak dan meningkatkan ketahanan bangunan.
WIKA juga mengintegrasikan sistem Load Scanner berbasis digital untuk memantau arus material secara real time, yang berfungsi meningkatkan transparansi data, akurasi volume, serta efektivitas pengendalian logistik proyek.
Di tengah progres positif tersebut, proyek ini tetap menghadapi tantangan eksternal berupa kenaikan harga material konstruksi akibat kondisi geopolitik global yang berdampak pada biaya logistik dan jasa subkontraktor.
Untuk mengantisipasi tekanan biaya, WIKA melakukan strategi optimalisasi perencanaan, efisiensi operasional, serta pengendalian anggaran agar pembangunan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Keberadaan jalan di kawasan yudikatif ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antar area vital, memperlancar mobilitas pengguna kawasan, serta memperkuat integrasi fungsi pemerintahan di IKN.
“Melalui proyek ini, WIKA turut mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara,” tutupnya.***


