Visa Cash App Racing Bulls tampil impresif dalam sesi kualifikasi penuh tantangan di Grand Prix Las Vegas 2025. Dalam kondisi lintasan basah dan sangat licin, Liam Lawson dan Isack Hadjar berhasil mengamankan posisi keenam dan kedelapan, memastikan kedua mobil tim lolos ke Q3.
Racing Bulls menjadi satu-satunya tim selain McLaren yang menempatkan dua pembalap sekaligus di Q3 pada sesi kualifikasi Jumat malam itu. Genangan air dan grip yang minim menguji kemampuan seluruh pembalapโbahkan yang paling berpengalaman. Lando Norris meraih pole position dengan catatan waktu 1:47.934, sementara Lawson hanya terpaut 1,128 detik di posisi keenam.
Strategi Jitu di Tengah Kondisi Ekstrem
Kualifikasi dimulai dengan penggunaan ban intermediate oleh hampir seluruh tim. Namun grip yang sangat buruk membuat Racing Bulls mengambil keputusan cepat untuk beralih ke ban full wetโkeputusan langka yang menunjukkan ekstremnya kondisi lintasan.
โFakta bahwa kami menggunakan ban ekstrem sepanjang dua sesi menunjukkan betapa licinnya trek, karena ban ini jarang sekali dipakai,โ ungkap Lawson.
Kepala Insinyur Racing Bulls, Claudio Balestri, menjelaskan strategi tersebut:
โKami memulai dengan ban inter seperti mayoritas tim, tetapi grip terlalu rendah. Karena itu kami langsung masuk pit untuk mengganti ke ban wet dan memaksimalkan waktu di lintasan.โ
Di Q2, Hadjar bahkan sempat naik ke posisi kedua dengan ban full wet sebelum trek mengering dan tim-tim kembali ke ban intermediate menjelang Q3. Kedua pembalap terus memperbaiki catatan waktu di sesi final, meski Lawson menilai masih ada potensi lebih.
โKami sebenarnya masih punya kecepatan lebih dan kesempatan untuk posisi yang lebih tinggi, tapi membawa dua mobil ke Q3 tetap hasil yang luar biasa,โ katanya.
Momentum Positif dan Perebutan Klasemen Konstruktor
Hasil ini melanjutkan tren positif Racing Bulls setelah double points finish di Brasil, di mana Lawson dan Hadjar finis ketujuh dan kedelapan. Tim kini bertengger di posisi keenam klasemen konstruktor dengan 82 poin, unggul 10 poin dari Aston Martin dengan tiga balapan tersisa.
Bagi Lawson, performa kuat ini menjadi modal penting dalam upayanya mengamankan kursi 2026 di tengah dinamika internal Red Bull. Pembalap asal Selandia Baru berusia 23 tahun itu kini mencatat delapan start di posisi sepuluh besar musim ini, termasuk tiga kualifikasi berturut-turut di posisi tujuh besar.