Aston Martin resmi menunjuk Jak Crawford untuk turun dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) di Grand Prix Jepang. Keputusan ini tergolong berani dan tidak biasa, mengingat Suzuka adalah seri ketiga yang sangat teknis, sementara tim sedang berjuang keras keluar dari dasar klasemen konstruktor.
Crawford akan menggantikan posisi Fernando Alonso selama satu jam pembukaan pada Jumat pagi di Suzuka. Berdasarkan regulasi F1 2026, setiap tim wajib memberikan jatah empat sesi latihan bebas kepada pembalap muda (rookie)—yang dikategorikan sebagai pembalap dengan pengalaman kurang dari dua kali start Grand Prix.
Strategi di Tengah “Mimpi Buruk”
Keputusan memajukan jatah rookie lebih awal dari rival lainnya dijelaskan oleh Mike Krack, Chief Trackside Officer Aston Martin, sebagai bagian dari pengembangan talenta. “Jak telah bekerja sangat keras, terutama di simulator Silverstone. Sesi ini akan memberinya pengalaman lintasan yang tak ternilai sekaligus membantu tim mengumpulkan data penting,” ujarnya.
Langkah ini diambil saat Aston Martin sedang berada dalam periode “mimpi buruk”. Setelah dua balapan pertama, tim ini terpuruk di posisi buncit. Mobil AMR26 dilaporkan mengalami masalah getaran parah yang membuat Alonso dan Lance Stroll kesulitan bahkan hanya untuk menyelesaikan jarak tempuh balapan penuh. Di GP China lalu, Alonso bahkan tertangkap kamera harus melepas kedua tangan dari kemudi di lintasan lurus sebelum akhirnya gagal finis.
Kesempatan Emas bagi Sang Runner-Up F2
Bagi Jak Crawford, ini adalah panggung pembuktian. Pemuda 20 tahun yang merupakan runner-up Formula 2 musim 2025 ini merasa sangat antusias. “Suzuka adalah sirkuit bersejarah yang sangat menuntut. Saya tidak sabar menerapkan apa yang saya pelajari di simulator ke kondisi lintasan nyata,” ungkap mantan anggota junior Red Bull tersebut.
Menariknya, GP Jepang kali ini juga merupakan balapan kandang bagi Honda, mitra mesin masa depan Aston Martin. Akankah masukan dari Crawford bisa membantu tim mengatasi masalah getaran pada AMR26, ataukah ini hanya formalitas pemenuhan regulasi di tengah musim yang kian berat bagi tim hijau?