Di lintasan yang dulunya membuat ia tampak tak terkalahkan, sang juara bertahan Marc Marquez hanya mampu membawa pulang finis di posisi kelima pada gelaran MotoGP Amerika Serikat, Minggu waktu setempat.
Bintang pabrikan Ducati tersebut mengaku harus membayar mahal kesalahannya saat sesi Sprint bersama Fabio di Giannantonio. Insiden itu tidak hanya membuatnya kehilangan poin berharga pada hari Sabtu, tetapi juga berujung pada hukuman penalti long-lap di balapan utama.
“Kami membayar kesalahan kemarin dengan harga yang sangat mahal,” ungkap Marquez kepada MotoGP.com.
“Kemarin kami pulang dengan nol poin, dan hari ini harus menerima penalti itu. Ketika Anda harus membalap di tengah kerumunan pebalap lain, itu memang bagus untuk tontonan, tapi buruk untuk saya pribadi! Saya sudah mencoba dan memberikan yang terbaik. Saya bisa memahami beberapa hal selama balapan, tetapi di luar itu, posisi kelima adalah hasil maksimal yang bisa saya raih.“
Bahkan tanpa hukuman penalti tersebut, Marquez—yang mengawali akhir pekan dengan kecelakaan hebat dalam kecepatan 190 km/jam di sesi latihan bebas pertama—menepis anggapan bahwa kemenangan adalah target yang realistis.
Sekali lagi, Marquez kedodoran dalam menjaga ritme di awal balapan. Ia bahkan sempat melorot ke posisi ketujuh sebelum akhirnya masuk ke jalur long-lap dan kembali bergabung di trek pada posisi ke-11.
Bangkit di Paruh Kedua
Pebalap Ducati yang telah mengoleksi 7 kemenangan di COTA ini menghabiskan pertengahan balapan di posisi kesembilan. Perlahan tapi pasti, ia mulai memangkas jarak dan menyalip adiknya sendiri, Alex Marquez, lalu Enea Bastianini, hingga akhirnya melewati rekan setimnya yang mulai kehabisan tenaga, Francesco Bagnaia, di lap-lap akhir.
Meskipun penalti tersebut merusak posisinya di lintasan, Marquez menyentuh garis finis terpaut 8,1 detik di belakang pemenang balapan dari tim Aprilia, Marco Bezzecchi. Sebagai catatan, Marquez hanya kehilangan waktu sekitar 2,5 detik saat menjalani hukuman long-lap.
Catatan waktu lap tercepat Marquez hanya berselisih tipis 0,096 detik dari lap terbaik di balapan tersebut. Namun, ia baru bisa mencatatkan waktu terbaiknya itu pada lap 12 dari total 20 lap. Berbeda dengan Bezzecchi yang mencetak waktu terbaik di lap ke-6, dan sang runner-up Jorge Martin di lap ke-4.
Kendala Ban Baru dan Klasemen yang Menjauh
“Saya kehilangan banyak waktu di lap-lap awal karena saat ban masih baru, saya belum siap mengendalikan motor ini,” aku Marquez. “Saya tidak merasa nyaman.“
“Bahkan di tikungan pertama, saya melakukan kesalahan yang sama seperti kemarin. Saya mengerem dan motornya berguncang hebat, sehingga saya harus berbelok lagi karena tidak bisa menghentikan laju motor. Namun di luar itu, paruh kedua balapan berjalan cukup baik, meski tetap belum cukup. Mungkin tanpa penalti, bertarung memperebutkan podium itu memungkinkan, tetapi tetap sulit.“
Marquez menutup rangkaian seri balap luar Eropa di awal musim ini dengan hanya mengantongi satu kemenangan (di sesi Sprint) dari total enam balapan yang sudah berjalan.
Hasil balapan utama terbaik pebalap Spanyol tersebut sejauh tahun 2026 ini adalah finis keempat di GP Brasil, setelah sebelumnya juga sempat mengalami gagal finis akibat kendala teknis di seri pembuka GP Thailand.
Rentetan hasil ini membuatnya harus memulai seri kandangnya di GP Spanyol akhir bulan depan dengan selisih 36 poin di belakang Marco Bezzecchi, yang secara luar biasa telah menyapu bersih kemenangan di tiga balapan utama musim ini.