JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Minggu (29/3/2026) menyatakan bahwa, kesepakatan dengan Iran bisa tercapai “segera”. Namun, ia juga menegaskan opsi mliter tetap terbuka, dengan Pulau Kharg di Iran disebut sebagai sasaran strategis utama.
Berbicara mengenai konflik yang telah memasuki bulan kedua, Trump menyinggung adanya pergeseran kepemimpinan di Iran yang ia sebut sebagai “perubahan rezim,” seraya menambahkan bahwa Washington kini “berurusan dengan orang yang berbeda.” Meski membuka peluang diplomasi, Trump tidak menutup kemungkinan eskalasi, termasuk operasi darat.
“Sejujurnya, hal favorit saya adalah merebut minyak di Iran,” kata Trump kepada Financial Times, dilansir Turkiyetoday, menambahkan bahwa pasukan AS “dapat merebut Pulau Kharg dengan sangat mudah.”
Pulau Kharg, bersama Abu Musa dan Qeshm, menjadi pusat perencanaan militer AS karena lokasinya dekat Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Pengendalian pulau-pulau tersebut diyakini dapat memengaruhi kemampuan Iran dalam mengelola energi dan akses kawasan.
Rencana operasi diperkirakan mengandalkan pengerahan udara dengan pesawat V-22 Osprey serta helikopter Chinook dan Black Hawk, bukan pendaratan laut tradisional. Meski demikian, skenario tersebut tetap menghadapi risiko serangan balasan Iran dan tantangan logistik di darat.
AS terus memperkuat kehadiran militernya, termasuk dengan kapal serbu amfibi USS Tripoli yang membawa 3.500 Marinir dan pelaut. Di sisi lain, Trump juga mempertimbangkan operasi untuk mengeluarkan 453 kilogram uranium dari Iran, langkah berisiko yang bertujuan mencegah pengembangan senjata nuklir.
Sementara itu, koordinasi AS-Israel semakin intensif, meski perbedaan pandangan tetap ada. Israel mendorong serangan terhadap infrastruktur Iran, sedangkan Washington lebih berhati-hati. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS menampilkan negosiasi di depan publik, namun diam-diam menyiapkan serangan darat. “Orang-orang kami menunggu kedatangan tentara Amerika di lapangan untuk membakar mereka,” ujarnya.
Iran disebut berupaya melibatkan negara Teluk, Rusia, dan China dalam proses diplomatik. Di lapangan, Israel melaporkan serangan terhadap target militer di Teheran sebagai respons atas peluncuran rudal Iran. Hingga kini, konflik telah menewaskan sedikitnya 1.825 orang dan membuat lebih dari 3,2 juta warga mengungsi.