Langkah juara dunia bertahan Formula 1, Lando Norris, untuk mempertahankan mahkotanya akhir pekan ini dipastikan bakal sangat terjal. Pembalap andalan McLaren tersebut harus menerima sanksi otomatis mundur 10 posisi grid pada balapan GP Belgia 2026 di Sirkuit Spa-Francorchamps.
Hukuman ini dijatuhkan setelah jet darat McLaren milik Norris terpaksa menggunakan unit elektronik daya (power electronics unit) keempatnya musim ini. Berdasarkan regulasi F1 2026, setiap pembalap hanya diberi jatah maksimal tiga komponen sejenis tanpa terkena penalti.
Buntut dari Rentetan Masalah Mesin Sejak Awal Musim
Sanksi ini merupakan efek domino dari berbagai kerusakan fatal yang dialami mesin Mercedes di mobil Norris sepanjang paruh pertama musim:
-
GP China: Unit elektronik pertama rusak total bahkan sebelum balapan dimulai, memaksa Norris gagal start.
-
GP Jepang: Unit kedua mengalami kendala di sesi latihan bebas, memaksa tim mempercepat pemakaian unit ketiga (jatah aman terakhir) untuk balapan berikutnya di Miami.
-
GP Monako: Unit kedua yang sempat diperbaiki oleh McLaren akhirnya benar-benar mati total pada sesi latihan bebas kedua (FP2) dan harus dipensiunkan secara permanen.
Siasat Strategis McLaren di Spa-Francorchamps
Meskipun menyakitkan, langkah mengambil unit baru di Belgia ini merupakan bagian dari taktik matang McLaren. Karakter Sirkuit Spa-Francorchamps yang memiliki banyak trek lurus dinilai jauh lebih bersahabat untuk melakukan aksi saling susul (overtaking) ketimbang dua sirkuit di seri berikutnya, yakni Hungaroring (Hungaria) dan Zandvoort (Belanda).
Pihak McLaren merilis pernyataan resmi terkait keputusan ini:
“Meskipun unit elektronik yang dipasang di Jepang dan digunakan sejak Miami bekerja dengan andal, Mercedes-AMG High Performance Powertrains telah meluncurkan serangkaian perbaikan reliabilitas pada sistem baru mereka.
Namun, untuk bisa menikmati peningkatan performa ini, kami harus menerima penalti 10 grid pada mobil Lando guna memasang unit baru. Kami memilih melakukan ini di Belgia, sirkuit yang relatif lebih mudah untuk menyalip. Rencananya, unit keempat ini akan digunakan hingga akhir musim guna meminimalkan sanksi olahraga lebih lanjut.”
Musim yang Berantakan bagi Sang Juara Bertahan
Keputusan taktis ini diambil di tengah performa McLaren yang sedang terseok-seok musim ini. Sebagai juara bertahan ganda (konstruktor dan pembalap) tahun lalu, tim asal Woking ini tampak kesulitan mempertahankan dominasi mereka.
Saat ini, McLaren tertahan di posisi ketiga klasemen konstruktor, tertinggal jauh 154 poin dari sang pemuncak, Mercedes. Sementara itu di klasemen pembalap, Lando Norris tercecer di peringkat kelima, selisih 82 poin dari pembalap muda Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, yang memimpin klasemen.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Norris juga masih dihantui ancaman penalti mesin tambahan jika komponen tangguh lainnya kembali mengalami kerusakan di balapan-balapan mendatang.