Sejak kebijakan penyesuaian harga BBM pada April 2026 lalu, pola konsumsi bahan bakar masyarakat Indonesia mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Pertamina Patra Niaga mencatat adanya tren downgrade di mana konsumen beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa fenomena ini membuat komposisi penjualan BBM mengalami perubahan besar.
Pergeseran ini terlihat jelas pada data penjualan selama bulan Juli 2026 dibandingkan dengan periode normal sebelumnya:
-
Pertalite: Konsumsi melonjak 9,4% (sekitar 7.129 kiloliter per hari). Porsi pasarnya terhadap total produk bensin (gasoline) naik menjadi 80,3% (sebelumnya 75,4%).
-
Pertamax Series: Sebaliknya, konsumsi produk nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo anjlok hampir 18%.
-
Biosolar: Konsumsi naik 13,9%, dengan proporsi pasar gasoil mencapai 94,2%.
-
Dex Series: Mengalami penurunan konsumsi sebesar 6,4%.
Dampak ke Sektor Industri dan Respons Pertamina
Fenomena perpindahan ini tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi. Eko menyoroti fakta bahwa kendaraan di sektor industri pun kini mulai memanfaatkan Biosolar yang tersedia di SPBU umum untuk kebutuhan operasional mereka. Tren ini dilaporkan terjadi merata di hampir seluruh provinsi sepanjang periode April hingga Juli 2026.
Melihat lonjakan permintaan yang tak terduga ini, Pertamina Patra Niaga tidak tinggal diam. Mereka segera melakukan perubahan strategi operasional untuk memastikan ketersediaan suplai di lapangan.
“Ini memicu lonjakan demand di beberapa wilayah, khususnya di setiap Marketing Operation Region (MOR). Saat ini kami melakukan perubahan operasi untuk meng-cover atau membangun stok kembali di semua jaringan lembaga penyalur, khususnya SPBU,” jelas Eko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (16/7/2026).
Dengan kebijakan ini, Pertamina berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan BBM subsidi di seluruh jaringan SPBU agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi pergeseran pola konsumsi yang cukup drastis di pasar.