Mantan juara dunia MotoGP, Francesco “Pecco” Bagnaia, langsung bergerak cepat memanfaatkan jeda libur musim panas. Pembalap andalan Ducati Lenovo Team ini baru saja sukses menjalani operasi endoscopic fasciotomy atau yang lebih populer dikenal sebagai operasi arm pump pada lengan kanan bawahnya.
Langkah medis ini diambil tepat setelah Bagnaia menutup paruh pertama musim balap dengan finis di posisi keenam pada GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Menariknya, selama paruh pertama musim, pembalap asal Italia tersebut sebenarnya lebih sering mengeluhkan masalah daya cengkeram ban (grip) ketimbang kendala fisik pada fisiknya.
Operasi Berjalan Mulus Tanpa Komplikasi
Pihak Ducati secara resmi mengonfirmasi bahwa tindakan medis untuk pembalapnya telah selesai dilakukan dengan hasil yang memuaskan.
“Sore ini, Francesco Bagnaia telah sukses menjalani operasi endoscopic fasciotomy pada lengan kanan bawahnya. Operasi yang dipimpin oleh Profesor Luigi Tarallo di Klinik Ortopedi Policlinico di Modena ini berjalan lancar tanpa komplikasi,” tulis pernyataan resmi Ducati.
Ducati juga menambahkan bahwa selama sisa libur kompetisi ini, Pecco akan langsung fokus menjalani program pemulihan dan rehabilitasi yang telah dijadwalkan. Jika proses penyembuhan pasca-operasi berjalan sesuai rencana, target utamanya adalah kembali mengaspal pada GP Inggris di Sirkuit Silverstone yang digelar pada 7–9 Agustus 2026 mendatang.
Misi Berat di Sisa Musim Terakhir Bersama Ducati
Musim 2026 ini menjadi momen emosional sekaligus krusial bagi Pecco Bagnaia. Ini adalah musim pamungkasnya berseragam merah Ducati, sebelum ia resmi beranjak untuk mengambil alih kursi pembalap pabrikan Aprilia dari tangan Jorge Martin pada musim 2027.
Saat ini, Bagnaia harus puas tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara MotoGP 2026. Ia terpaut cukup jauh, yakni 65 poin, dari sang pemuncak klasemen, Jorge Martin. Pulihnya kondisi fisik pasca-operasi diharapkan mampu menjadi modal utama Pecco untuk melakukan comeback gemilang di paruh kedua musim nanti.