Drama dan ketegangan menyelimuti aksi pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, di sirkuit legendaris Circuit of the Americas (COTA). Setelah sempat menunjukkan performa fenomenal dengan menembus posisi lima besar, langkah Veda harus terhenti secara tragis akibat insiden highside di tikungan ke-11 saat balapan menyisakan 10 putaran lagi.
Meski gagal finis, aksi “Si Bocah Ajaib” dari Honda Team Asia ini sempat membuat jantung penonton berdegup kencang lewat aksi salip-menyalip yang sangat berani di kelas Moto3 Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026).
Memulai balapan dengan tensi tinggi, Veda sempat merosot ke urutan kedelapan akibat persaingan grup yang sangat agresif. Namun, ia tidak menyerah. Perlahan tapi pasti, pembalap asal Gunungkidul ini menemukan ritme balapnya dan mulai meneror pembalap di depannya, termasuk bintang muda Joel Esteban.
-
Kecepatan Luar Biasa: Veda bahkan sempat mencatatkan waktu tercepat (fastest lap) dengan raihan 2 menit 13,844 detik, membuktikan bahwa ia memiliki pace setara pembalap papan atas dunia.
-
Tembus Posisi Kelima: Kepercayaan diri yang tinggi membawanya merangsek ke posisi kelima dan mulai mengancam grup terdepan.
Detik-Detik Insiden Tikungan 11
Petaka muncul saat balapan menyisakan 10 putaran. Veda yang merasa sangat nyaman dengan motornya melakukan sedikit kesalahan fatal saat mencoba mempertahankan posisinya.
“Sayangnya, saya melakukan kesalahan. Saya sedikit melebar, lalu membuka gas terlalu agresif saat motor masih dalam posisi miring, sehingga kehilangan kendali,” ungkap Veda dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Insiden highside tersebut seketika mengakhiri perjuangannya di Texas. Veda mengaku kecewa karena peluang meraih podium sangat terbuka lebar, namun ia memilih untuk berlapang dada.
Bagi Veda, kegagalan di COTA adalah bagian dari proses belajar yang mahal di kancah dunia. Ia tidak ingin berlarut dalam kesedihan dan langsung membidik seri berikutnya di Spanyol.
“Tentu saya kecewa, karena sebenarnya hari ini kami punya peluang yang bagus. Namun, ini juga bagian dari proses belajar dan menambah pengalaman, saya akan menjadikannya pelajaran penting dan kembali lebih kuat di Jerez,” ujarnya.