JAKARTA – Dominasi Real Madrid di laga terakhir fase grup Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 tak hanya memastikan tiket ke babak 16 besar bagi Los Blancos, tetapi juga membuka jalan bagi Al Hilal dari Arab Saudi melaju ke fase gugur.
Tentu beda cerita bila laga Salzburg vs Madrid berakhir imbang, maka kemenangan Al Hilal sia-sia karena kalah selisih gol Madrid atau Salzburg, sama mengoleksi lima poin.
Atas hasil Salzburg vs Madrid, pasukan Xabi Alonso menjadi juara Grup H dengan tujuh poin, Al Hilal jadi runner up dengan lima poin. Sedangkan Salzburg terhenti karena hanya memiliki empat poin.
Dalam pertandingan terakhir Grup H yang digelar di Philadelphia, Jumat (27/6/2025) pagi WIB, Real Madrid tampil klinis saat menumbangkan Red Bull Salzburg dengan skor meyakinkan 3-0.
Kemenangan ini menempatkan mereka di juar grup dan akan bertemu Juventus di babak selanjutnya, sementara Al Hilal jadi runner up akan menghadapi Manchester City.
Los Blancos tampil tajam sejak awal laga. Vinicius Junior membuka keunggulan di menit ke-40 lewat eksekusi brilian menyambut umpan Jude Bellingham.
Lima menit berselang, giliran Federico Valverde yang menggandakan skor usai menerima umpan backheel cerdik dari Vinicius. Gonzalo Garcia melengkapi pesta gol Madrid di menit ke-84.
Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Salzburg yang harus tersingkir, sementara Al Hilal melenggang ke 16 besar berkat kemenangan 2-0 atas Pachuca.
Dengan demikian, duel seru antara Manchester City dan Al Hilal dipastikan terjadi di Orlando hari Senin mendatang.
Real Madrid sendiri akan bertolak ke Miami untuk bertemu Juventus pada Selasa.
Meskipun Madrid tanpa kehadiran Kylian Mbappe yang masih absen karena gangguan perut, permainan agresif mereka tetap tak terbendung.
Vinicius tampil sebagai pengganti ideal, memainkan peran vital dalam dua gol awal Madrid.
Dalam pertandingan itu, statistik menegaskan efisiensi Real Madrid. Kedua tim mencatatkan 12 percobaan tembakan, namun efektivitas Madrid jadi pembeda.
Mereka berhasil mencetak tiga gol dari empat tembakan tepat sasaran, unggul tipis dari Salzburg yang hanya mencatatkan tiga.
Jude Bellingham pun kembali menunjukkan kelasnya, tidak hanya sebagai pengatur serangan tetapi juga sebagai penyelamat gawang.
Pada menit ke-66, ia sukses mementahkan peluang emas Salzburg dari garis gawang saat kiper Thibaut Courtois sudah tak mampu bereaksi.
“Madrid mungkin tak sepenuhnya dominan, tapi mereka tahu cara mematikan pertandingan,” tulis seorang analis di media Spanyol, menyoroti bagaimana efisiensi menjadi kunci Real Madrid dalam laga ini.***