JAKARTA โ Tangis Gianluigi Donnarumma menjadi simbol runtuhnya harapan Timnas Italia setelah kembali gagal tampil di Piala Dunia FIFA untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026 menjadi sorotan tajam dunia sepak bola setelah kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina melalui babak adu penalti di fase playoff.
Kapten sekaligus penjaga gawang Italia itu tak mampu menyembunyikan emosinya usai laga krusial yang menentukan nasib Azzurri di panggung global.
โSetelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya,โ kata Gianluigi Donnarumma dikutip dari ESPN, Kamis (2/4/2026).
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Italia yang kini resmi absen dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah tim dengan empat gelar juara dunia tersebut.
Ironisnya, kegagalan ini terjadi setelah Italia takluk dari tim yang secara peringkat dunia berada jauh di bawah mereka, sehingga memicu kritik keras dari media dan publik sepak bola Eropa.
Sebagai kiper utama yang kini bermain untuk Manchester City, Donnarumma telah menjadi tulang punggung tim sejak debutnya pada usia 17 tahun pada 2016, namun ia belum pernah sekalipun merasakan atmosfer Piala Dunia.
Kesedihan mendalam yang dirasakan Donnarumma disebutnya juga dirasakan oleh seluruh pemain dan pendukung setia Azzurri yang kembali harus menelan kekecewaan pahit.
โSaya menangis karena kesedihan yang sangat besar yang saya rasakan, bersama seluruh tim Azzurri, yang saya banggakan sebagai kapten,โ tutur Donnarumma.
Dalam laga penentuan tersebut, Donnarumma gagal menggagalkan satu pun tendangan penalti lawan, sementara dua eksekutor Italia justru gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Italia yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Tekanan dari media domestik pun semakin besar, menuntut evaluasi menyeluruh terhadap mentalitas dan performa tim yang dinilai mengalami kemunduran signifikan.
Meski berada dalam situasi sulit, Donnarumma tetap mencoba menunjukkan kepemimpinan dengan mengajak rekan-rekannya untuk bangkit dari keterpurukan.
Kapten Italia itu menilai bahwa tim harus segera membangun kembali kepercayaan diri demi menghadapi tantangan di masa depan.
โKita harus menemukan keberanian untuk membalik halaman sekali lagi. Dan untuk melakukannya dibutuhkan kekuatan, semangat, dan keyakinan,โ pungkas Donnarumma.***