JAKARTA – Real Madrid membawa pulang kemenangan berharga dari markas Alavés dalam laga yang menegangkan, meski permainan tim asuhan Xabi Alonso kembali menunjukkan rapuhnya kontrol dan ritme di tengah badai cedera.
Pada laga pekan ke-17 Liga Spanyol pada Senin (15/12/2025) dini hari WIB ini, Los Blancos pulang membawa tiga poin usai gol tercipta di menit ke-24 dari kaki Kylian Mbappe dan gol menit 76 dari kaki Rodrygo.
Alaves sempat memperkecil skor di menit ke-68 dari kaki Vicente.
Gol Kylian Mbappé membuka keunggulan Los Blancos, namun dominasi tak pernah benar-benar lahir karena Alavés berani menekan tanpa beban di hadapan publik Mendizorroza.
Kondisi terkini Real Madrid mencerminkan tim yang bertahan lewat sikap dan mental, bukan melalui penguasaan permainan yang solid atau struktur yang meyakinkan.
Mengutip laporan Marca, Xabi Alonso, yang posisinya terus disorot, memilih pendekatan ofensif dengan menumpuk penyerang demi menutup kekurangan di lini belakang yang pincang.
Pergerakan Vinicius Junior dan Rodrygo memberi warna serangan, sementara Arda Güler dan Jude Bellingham berupaya menjaga alur di tengah tekanan lawan.
Gol Mbappé tercipta dari momen efisiensi tinggi, ketika Bellingham memanfaatkan kesalahan lawan dan sang penyerang Prancis menuntaskan peluang dengan kualitas kelas dunia.
Keunggulan tersebut justru membuat Madrid kehilangan keseimbangan, karena Alavés tampil semakin berani dan memaksa garis pertahanan tamu bekerja ekstra.
Thibaut Courtois kembali menjadi penyelamat lewat satu refleks ajaib yang menggagalkan peluang emas Pablo Ibáñez dari jarak sangat dekat.
Babak kedua berjalan tanpa perubahan pemain, menandakan kedua pelatih yakin pada rencana awal di tengah laga yang sepenuhnya terbuka.
Alavés perlahan mengambil alih kendali lewat peran sentral Antonio Blanco, gelandang yang ironisnya mencerminkan tipe pemain yang kini langka di Madrid.
Masuknya Carlos Vicente menjadi titik balik, karena ia memanfaatkan umpan panjang sempurna Antonio Blanco untuk menyamakan skor, yang disahkan VAR meski sempat dianulir.
Dalam situasi genting, Real Madrid kembali hidup lewat momen individual, sesuai ungkapan Guardiola yang tetap relevan, “terkadang gol datang lebih dulu daripada permainan”.
Vinicius akhirnya meledak lewat akselerasi di sisi kiri sebelum mengirim assist matang yang diselesaikan Rodrygo menjadi gol kemenangan.
Gol tersebut bukan sekadar penentu hasil, melainkan suntikan oksigen bagi Xabi Alonso yang kian terhimpit tekanan.
Masuknya Brahim Díaz dan Mastantuono memberi stabilitas tanpa bola, meski Madrid tetap harus bertahan dari kontroversi keputusan wasit.
Sebuah penalti jelas terhadap Vinicius diabaikan, sementara pelanggaran lain di kotak Madrid juga luput dari hukuman, menambah daftar kebingungan soal standar wasit.
Pada akhirnya, hasil berpihak pada Real Madrid, yang menang bukan karena superioritas permainan, melainkan karena efektivitas dan kualitas individu di momen krusial.
Atas hasil ini, Real Madrid mengoleksi 39 poin di posisi ke-2 dan tetap menjaga jarak dari pemuncak klasemen Barcelona berjarak empat poin.***