JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan tajam pada Senin pagi, 24 Maret 2025, bertepatan dengan pengumuman susunan pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, pun memberikan tanggapan atas dinamika pasar yang terjadi.
Menurut Rosan, penurunan IHSG kerap dikaitkan dengan agenda Danantara. Namun ia menegaskan bahwa pergerakan pasar saham nasional dipengaruhi oleh banyak faktor.
“Ya ini selalu ada, dihubung-hubungkan ke Danantara ya. Tapi kan semua itu banyak faktor ya. Yang penting kalau kami bahwa fundamental perusahaan-perusahaan negeri kita, BUMN kita kan baik semua ya,” ujar Rosan usai mengumumkan struktur kepengurusan Danantara di Menara CIMB Niaga, Jakarta (24/3).
Rosan juga menyoroti bahwa kualitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam ekosistem Danantara telah memenuhi standar internasional.
Oleh karena itu, ia optimistis terhadap prospek pasar dalam jangka menengah hingga panjang.
“Baik tidak hanya secara standar kita, tapi juga standar internasional. Jadi, kami melihatnya kan sebagai medium, long term-nya (kondisi jangka menengah hingga jangka panjang),” lanjutnya.
Optimisme Rosan tak lepas dari keyakinannya terhadap fundamental kuat perusahaan-perusahaan yang ada di bawah naungan Danantara. Ia percaya bahwa koreksi IHSG saat ini hanya bersifat sementara.
“Dan kita yakin, ini saya meyakini, ini akan bounce back kok. Ini akan menekan ke depannya. Kan ini banyak faktor ya. Kembali lagi fundamental perusahaan kita bagus,” tambah Rosan.
IHSG Sempat Terkoreksi
Pada pukul 10.20 WIB, IHSG tercatat turun tajam hingga ke level 5.971,91, atau anjlok 4,57 persen dari posisi pembukaan di 6.242,23. Meski demikian, pasar mulai menunjukkan pemulihan dengan IHSG kembali naik ke level 6.101,037 pada pukul 11.04 WIB.
Selama periode perdagangan tersebut, sebanyak 544 saham bergerak di zona merah, hanya 79 saham di zona hijau, dan 159 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 6,27 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 7,57 miliar lembar saham.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan energi, menjadi penyumbang tekanan terbesar terhadap IHSG, di antaranya:
- BBRI turun 2,43% ke level 3.610
- BBCA turun 1,27% ke level 7.800
- BMRI turun 1,13% ke level 4.360
- BREN terkoreksi 6,69% ke level 5.575
Koreksi ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan Danantara sebagai pilar baru pengelolaan investasi strategis nasional.
Namun dengan keyakinan akan kekuatan fundamental BUMN, pasar diharapkan segera menemukan momentumnya kembali.