KYIV, UKRAINA – Rusia kembali melancarkan serangan udara masif ke Kyiv pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Hujan rudal balistik dan drone menghantam ibu kota Ukraina, merusak permukiman, memerangkap warga di bawah reruntuhan, dan menimbulkan korban jiwa.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan peringatan bahwa intelijen negaranya mendeteksi Rusia tengah menyiapkan operasi militer berskala besar terhadap Ukraina. Peringatan tersebut terbukti ketika sirene serangan udara meraung sepanjang malam dan warga berbondong-bondong mencari perlindungan di stasiun metro.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengungkapkan sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain menimbulkan korban, serangan juga menyebabkan kerusakan di sejumlah bangunan dan memicu kebakaran di beberapa lokasi. Tim penyelamat langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Bangunan Sembilan Lantai Ambruk, Proses Evakuasi Berlangsung
Salah satu lokasi yang menjadi fokus operasi penyelamatan adalah sebuah gedung apartemen sembilan lantai yang mengalami kerusakan parah setelah dihantam serangan.
Petugas penyelamat bekerja sepanjang malam untuk mencari kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun material bangunan. Suasana di sekitar lokasi dipenuhi kendaraan darurat, ambulans, serta petugas pemadam kebakaran yang berupaya mengendalikan kobaran api.
Klitschko juga mengungkapkan bahwa fasilitas layanan darurat ikut terdampak dalam serangan tersebut. Sebuah pos ambulans menjadi sasaran serangan sehingga mengakibatkan tenaga medis yang sedang bertugas mengalami luka-luka.
“Petugas medis telah terluka setelah sebuah pos ambulans terkena serangan,” ujar Klitschko.
Insiden itu menambah daftar panjang serangan terhadap fasilitas sipil dan layanan darurat di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 2022.
Peringatan Zelensky Terbukti
Serangan terhadap Kyiv terjadi tidak lama setelah Presiden Volodymyr Zelensky menyampaikan peringatan kepada masyarakat mengenai meningkatnya ancaman serangan Rusia.
Berdasarkan informasi intelijen yang diterima pemerintah Ukraina, Moskow disebut telah mempersiapkan operasi militer besar dalam beberapa waktu terakhir.
Pada Rabu malam waktu setempat, Zelensky meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan segera merespons setiap peringatan serangan udara yang dikeluarkan pemerintah.
“Sangat berhati-hati” dan memperhatikan sirene serangan udara, demikian imbauan Zelensky kepada masyarakat.
Dalam unggahannya di platform X, Zelensky menegaskan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar kemungkinan, melainkan telah menjadi kenyataan.
“Itulah tepatnya ancaman yang kita hadapi malam ini,” tulis Zelensky.
Ia juga menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah “mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina untuk beberapa waktu.”
Warga Padati Stasiun Metro
Sejak sirene pertama berbunyi sekitar pukul 20.00 waktu setempat, ribuan warga Kyiv mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.
Stasiun-stasiun metro kembali dipenuhi warga yang membawa barang-barang penting sambil menunggu situasi mereda. Pemandangan masyarakat berlindung di bawah tanah menjadi gambaran yang kembali berulang selama konflik berlangsung.
Ledakan terdengar berkali-kali di berbagai penjuru kota, sementara sistem pertahanan udara Ukraina berupaya mencegat rudal maupun drone yang memasuki wilayah ibu kota.
Meski sebagian ancaman berhasil dicegat, sejumlah proyektil tetap mencapai sasaran dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Serangan Terjadi di Tengah Eskalasi Perang Drone
Gelombang serangan Rusia ini berlangsung ketika perang udara antara kedua negara semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Ukraina sebelumnya melancarkan operasi drone jarak jauh dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menyasar berbagai infrastruktur energi di wilayah Rusia. Pemerintah Ukraina menyebut strategi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar mengakhiri perang.
Zelensky berulang kali menilai penggunaan drone jarak jauh menjadi salah satu instrumen penting dalam strategi pertahanan Ukraina menghadapi agresi Rusia.
Di sisi lain, Rusia mengklaim berhasil menggagalkan salah satu serangan drone terbesar yang pernah dilakukan Ukraina. Dalam satu malam pada pekan lalu, otoritas Rusia menyatakan telah mencegat sekitar 660 drone yang menyerang 12 wilayah berbeda.
Serangan itu disebut sebagai salah satu operasi udara terbesar sejak perang memasuki fase invasi penuh pada Februari 2022.
Situs Warisan Dunia UNESCO Ikut Terdampak
Eskalasi serangan terhadap Kyiv bukan pertama kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Pada awal Juni lalu, serangan Rusia juga menghantam pusat kota Kyiv dan memicu kebakaran di kompleks biara bersejarah Kyiv Pechersk Lavra yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Serangan terhadap kawasan bersejarah tersebut memicu kekhawatiran internasional mengenai meningkatnya ancaman terhadap situs-situs budaya di Ukraina di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dengan serangan terbaru yang menghantam ibu kota, situasi keamanan di Ukraina kembali memburuk. Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti peringatan serangan udara dan segera menuju tempat perlindungan setiap kali sirene dibunyikan, mengingat ancaman serangan lanjutan masih berpotensi terjadi.