INTAN JAYA, PAPUA TENGAH – Kontak tembak kembali terjadi di wilayah rawan konflik Intan Jaya. Insiden di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, itu menewaskan seorang laki-laki bernama Okto Tigau yang disebut sebagai anggota kelompok bersenjata.
- TNI Klaim Tembakan Diawali Kelompok Bersenjata
- Penyisiran Tertunda, Jenazah Ditemukan Keesokan Hari
- Klaim Keterlibatan dalam Kelompok Bersenjata
- TNI Tegaskan Operasi Sesuai Hukum dan ROE
- Seruan Redam Kekerasan di Papua
- Imbauan: Warga Diminta Tidak Terprovokasi Informasi Liar
- Situasi Masih Rawan, Aparat Lanjutkan Pemantauan
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, yang menyampaikan kronologi resmi mulai dari deteksi awal hingga proses identifikasi jenazah di lapangan.
“Insiden kontak tembak terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang mengakibatkan meninggalnya seorang laki-laki yang berdasarkan hasil identifikasi diketahui bernama Okto Tigau,” ujar Wirya dalam keterangan resminya.
TNI Klaim Tembakan Diawali Kelompok Bersenjata
Menurut penjelasan aparat, insiden bermula ketika personel keamanan mendeteksi pergerakan empat orang yang bergerak secara sembunyi-sembunyi mendekati pos pada malam hari di sekitar Kampung Mamba.
Petugas kemudian memberikan peringatan berlapis sesuai prosedur. Namun situasi berubah cepat setelah peringatan tidak diindahkan.
“Sesuai prosedur, personel memberikan peringatan secara bertahap. Namun peringatan tersebut tidak direspons, dan sekitar pukul 22.00 WIT terjadi kontak tembak yang diawali oleh kelompok tersebut,” kata Wirya.
Dalam kontak tembak tersebut, tiga orang dilaporkan berhasil melarikan diri, sementara satu orang lainnya jatuh di lokasi kejadian.
Penyisiran Tertunda, Jenazah Ditemukan Keesokan Hari
Karena faktor keamanan, aparat tidak langsung melakukan penyisiran pada malam kejadian. Operasi baru dilanjutkan pada pagi hari oleh tim gabungan Koops TNI Habema.
Dalam penyisiran itu, petugas menemukan satu jenazah laki-laki di lokasi kejadian serta sebilah parang di sekitar tubuh korban.
Berdasarkan pencocokan ciri fisik dan data lapangan, korban kemudian diidentifikasi sebagai Okto Tigau.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada tokoh adat setempat untuk penanganan lebih lanjut sesuai mekanisme adat di wilayah tersebut.
Klaim Keterlibatan dalam Kelompok Bersenjata
Dalam keterangan resminya, aparat menyebut Okto Tigau merupakan bagian dari TPNPB-OPM, dengan posisi sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya.
TNI juga mengklaim yang bersangkutan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya, termasuk penembakan terhadap aparat keamanan, serangan terhadap pekerja sipil, hingga intimidasi terhadap warga sipil.
Pernyataan ini disampaikan aparat sebagai konteks situasi keamanan di lapangan yang masih dinamis dan berisiko tinggi.
TNI Tegaskan Operasi Sesuai Hukum dan ROE
Koops TNI Habema menegaskan seluruh tindakan personel dilakukan dalam kerangka hukum nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI serta aturan pelibatan atau *Rules of Engagement* (ROE).
Aparat menyebut setiap tindakan di lapangan wajib bersifat profesional, proporsional, dan akuntabel, dengan prioritas utama menghindari korban sipil.
Seruan Redam Kekerasan di Papua
Di tengah eskalasi konflik yang terus berulang, aparat kembali menyerukan penghentian kekerasan dan membuka ruang dialog bagi kelompok bersenjata yang masih aktif.
“Pintu untuk kembali kepada keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang lebih baik akan selalu terbuka,” ujar Wirya.
Ia menegaskan, keberlanjutan konflik hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat di daerah terdampak.
Imbauan: Warga Diminta Tidak Terprovokasi Informasi Liar
Aparat juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, mengingat situasi di lapangan yang kerap diwarnai disinformasi.
TNI menyebut stabilitas keamanan menjadi kunci agar aktivitas warga kembali normal, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi dan ibadah.
“Kami mengimbau agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Situasi Masih Rawan, Aparat Lanjutkan Pemantauan
Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah Intan Jaya masih dalam pemantauan ketat aparat gabungan. Kontak tembak tersebut kembali menegaskan tingginya eskalasi konflik bersenjata di kawasan pegunungan tengah Papua yang hingga kini belum mereda.