JAKARTA – Sistem perawatan kesehatan di Myanmar mengalami kesulitan dalam menampung para korban gempa bumi yang terjadi beberapa hari lalu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar tiga rumah sakit hancur dan 22 lainnya mengalami kerusakan.
“Kehancuran akibat gempa bumi telah membuat kewalahan fasilitas perawatan kesehatan di daerah terdampak, yang berjuang untuk mengelola masuknya orang yang terluka. Ada kebutuhan mendesak untuk perawatan trauma dan bedah, persediaan transfusi darah, anastesi, obat-obatan penting, dan dukungan kesehatan mental,” kata WHO dalam pernyataan resminya.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Myanmar telah menembus lebih dari 2.000 orang, dengan perkiraan korban tewas bisa mencapai lebih dari 10.000 jiwa. Operasi penyelamatan dan pencarian korban juga menghadapi kendala lantaran akses jalan yang rusak, jembatan runtuh, komunikasi tidak stabil, dan kompleksitas yang terkait dengan konflik sipil.