JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Rusia menyoroti sikap Austria yang sejak 2022 tidak lagi mengundang pejabat Rusia ke acara peringatan Perang Dunia II. Hal itu disampaikan juru bicara Maria Zakharova kepada Sputnik. “Sejak tahun 2022, pihak berwenang Austria secara tegas dan terbuka menahan diri untuk tidak mengundang pejabat Rusia, termasuk diplomat kami di Austria, ke acara peringatan,” ujarnya, dikutip dari Sputnik, Senin (9/2/2026).
Zakharova menyinggung sejarah kamp konsentrasi Mauthausen yang pada 1947 diserahkan Uni Soviet kepada Austria dengan tujuan membangun monumen. Kompleks peringatan tersebut kini menjadi salah satu pusat edukasi tentang korban nasional sosialisme. Ia menambahkan, berdasarkan Perjanjian Negara 1955, Austria bertanggung jawab atas lebih dari 230 monumen dan makam Soviet, dan sejauh ini kewajiban itu dijalankan dengan baik.
Namun, Rusia juga menyatakan keprihatinan atas sikap Jerman, Italia, dan Jepang yang tidak mendukung resolusi PBB terkait pengagungan Nazisme. “Dengan latar belakang ini, suara negara-negara bekas kekuatan Poros yang menentang resolusi tersebut sangat mengkhawatirkan,” kata Zakharova.
Ia menilai tindakan tersebut menimbulkan keraguan atas ketulusan pernyataan negara-negara tersebut mengenai tanggung jawab mereka atas Perang Dunia II. “Peran tambahan dan lebih luas apa yang dapat dimainkan negara-negara ini di Dewan Keamanan PBB jika mereka memberikan suara menentang prinsip-prinsip dasar yang tercantum dalam Piagam PBB?” ujarnya.
Sejak 2005, Rusia rutin mengajukan resolusi “memerangi pengagungan Nazisme” ke Majelis Umum PBB. Resolusi terbaru, disponsori bersama oleh 44 negara, diadopsi pada sesi pleno ke-80 di New York dengan hasil 119 suara mendukung, 51 menolak, dan 10 abstain.