BIRMINGHAM – Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengalami kekalahan di babak 32 besar All England 2026.
Dalam lanjutan All England 2026 yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026), pasangan peringkat atas Indonesia tersebut takluk dua gim langsung 12-21, 12-21 dari ganda Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov.
Hasil ini sekaligus menghentikan langkah Sabar/Reza di turnamen level All England yang merupakan bagian dari rangkaian BWF Super 1000, serta memperpanjang catatan inkonsistensi mereka pada awal musim 2026.
Reza mengakui kondisi shuttlecock yang lambat membuat pola serangan mereka tak berkembang dan justru mudah dipatahkan lawan.
“Kami kesulitan hari ini karena shuttlecocknya sangat lambat jadi kami menyerang tidak tembus lalu saat diserang balik juga kurang siap,” kata Reza dikutip dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Rabu.
Sabar menambahkan bahwa faktor adaptasi menjadi penentu utama kegagalan mereka menampilkan performa terbaik di laga tersebut.
“Ini pertemuan kedua kami dengan mereka tapi kondisi hari ini benar-benar berbeda, selain karena shuttlecocknya yang terasa cukup berat juga karena Popov bersaudara bermain sangat baik, sangat rapi.”
“Sementara kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik,” ujar Reza yang merupakan unggulan ketujuh pada turnamen kali ini.
Secara teknis, duet Popov tampil disiplin dalam menjaga tempo reli dan memanfaatkan transisi bertahan ke menyerang dengan efisien sehingga membuat Sabar/Reza kehilangan ritme sejak awal gim pertama.
Kekalahan ini terasa kontras jika menilik pertemuan terakhir kedua pasangan pada perempat final Hylo Open 2025, ketika Sabar/Reza mampu mengatasi Christo/Toma lewat dua gim langsung.
Namun di Birmingham kali ini, dominasi justru berpihak pada pasangan Prancis yang tampil lebih solid dalam kontrol net dan konsistensi pukulan panjang.
Usai tersingkir, Sabar menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh demi menghadapi seri BWF berikutnya dengan kesiapan yang lebih matang.
“Kami harus evaluasi dan belajar dari pertandingan tadi. Semoga di turnamen selanjutnya bisa lebih baik,” kata Sabar.
Kekalahan di All England 2026 ini menjadi pekerjaan rumah bagi Sabar/Reza untuk kembali menemukan stabilitas performa dan meningkatkan adaptasi terhadap kondisi teknis lapangan yang kerap menjadi pembeda di turnamen elite dunia.***