JAKARTA – Tragedi penembakan politisi kembali terjadi di Amerika Serikat setelah seminggu lalu calon presiden Kolombia juga ditembak saat pidato kampanye.
Kali ini insiden berdarah kembali mengguncang panggung politik Amerika Serikat.
Melissa Hortman, anggota legislatif terkemuka dari DPRD Negara Bagian Minnesota, dan suaminya, Mark Hortman, ditemukan tidak bernyawa di rumah mereka usai menjadi korban serangan bersenjata brutal pada Jumat (14/6/2025).
Kasus penembakan ini sontak menjadi sorotan nasional dan menyulut gelombang duka dari para tokoh politik, aktivis, hingga warga biasa.
Tragedi yang terjadi di tengah malam itu diduga kuat merupakan aksi penyerangan yang telah direncanakan.
Kepolisian setempat mengungkap bahwa pelaku memasuki rumah pasangan tersebut sebelum melepaskan tembakan secara membabi buta hingga menewaskan keduanya di lokasi kejadian.
Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran intensif terhadap tersangka yang langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.
“Pelaku berhasil kabur dan kini menjadi buron. Operasi pencarian besar-besaran sedang berlangsung,” kata sumber kepolisian yang dikutip dari kantor berita AFP.
Selain Hortman dan suaminya, insiden ini ternyata menyeret korban lain.
Gubernur Minnesota, Tim Walz, mengonfirmasi bahwa Senator negara bagian, John Hoffman, dan istrinya, Yvette Hoffman, turut menjadi target serangan malam itu.
Namun, kondisi terbaru pasangan Hoffman masih belum diumumkan secara resmi.
Melissa Hortman dikenal publik sebagai politisi yang vokal membela hak-hak sipil, isu pendidikan, serta perlindungan lingkungan.
Kiprahnya di Partai Demokrat selama lebih dari satu dekade menjadikannya sosok sentral dalam berbagai agenda progresif di negara bagian tersebut.
Kepergiannya yang mendadak akibat kekerasan bersenjata meninggalkan kekosongan besar bagi komunitas politik Minnesota.
Pihak penegak hukum kini memperdalam investigasi, dengan fokus pada dugaan latar belakang politik ataupun motif pribadi pelaku.
Meski begitu, belum ada informasi pasti yang dirilis mengenai identitas maupun alasan di balik serangan keji ini.
Kepolisian meminta publik untuk tetap tenang dan segera melapor jika menemukan informasi mencurigakan.
Kasus pembunuhan ini mempertegas kembali urgensi penanganan isu kekerasan bersenjata di Amerika.
Dengan insiden tragis seperti ini terus berulang, tekanan terhadap pengambil kebijakan untuk mengontrol kepemilikan senjata semakin kuat.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan pembaruan terbaru seiring hasil investigasi yang dirilis pihak berwenang.***