JATENG — Penyaluran santunan bagi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 terus dipercepat seiring proses identifikasi korban yang masih berlangsung. Hingga Sabtu (26/9/2026), total dana perlindungan yang telah disalurkan mencapai Rp1,27 miliar kepada para korban dan ahli waris.
Santunan terbaru sebesar Rp50 juta diberikan kepada ahli waris almarhum Deny Dwi Saputra di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penyerahan dilakukan di rumah duka di Dukuh Meican, Desa Candi Ampel, Kecamatan Ampel, oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, kepada istri korban, Dewi Indarti. Jenazah almarhum sebelumnya tiba di rumah duka pada Jumat (25/9/2026) setelah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Deny Dwi Saputra. Santunan ini tentu tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, namun kami berharap dapat menjadi bentuk dukungan negara dan membantu meringankan beban keluarga di tengah masa duka,” ujar Awaluddin.
Hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 17 ahli waris korban meninggal dunia telah menerima santunan dengan total nilai mencapai Rp850 juta. Selain itu, 21 korban luka-luka juga telah dijamin biaya perawatannya dengan nilai maksimal Rp420 juta, disertai bantuan biaya pemakaman. Sementara itu, lima berkas santunan korban meninggal dunia lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi.
Awaluddin menegaskan bahwa percepatan layanan tetap dilakukan dengan mengedepankan ketelitian verifikasi data agar penyaluran tepat sasaran. “Kecepatan dalam memberikan pelayanan tetap menjadi perhatian kami. Namun, kecepatan tersebut harus berjalan bersama dengan ketepatan data dan verifikasi, agar santunan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak,” tegasnya.
Berdasarkan data terbaru per Sabtu (26/9/2026) pukul 06.15 WITA, dari total 243 penumpang dalam manifes, sebanyak 161 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 87 orang dinyatakan selamat tanpa memerlukan perawatan medis, sementara 21 korban luka telah selesai menjalani perawatan.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat meningkat menjadi 53 orang. Dari total tersebut, 25 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sedangkan 28 lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Penanganan insiden ini juga melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari kepolisian, rumah sakit, tim SAR, tim DVI, hingga pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan secara berkala melalui posko-posko darurat yang telah disiagakan di sejumlah titik.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan hadir melalui posko-posko yang telah disiagakan. Penanganan tidak berhenti pada penyerahan santunan, tetapi akan terus kami kawal hingga seluruh proses bagi korban dan keluarga dapat diselesaikan dengan baik,” kata Awaluddin.
Hingga kini, proses evakuasi lanjutan, identifikasi korban, serta percepatan pemenuhan hak keasuransian bagi seluruh penumpang KM Virgo Transport 8 masih terus dioptimalkan oleh petugas di lapangan.