CIREBON — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Cirebon menghadirkan perpaduan unik antara arsitektur budaya lokal dan fasilitas pendidikan berstandar internasional. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menonjolkan ikon khas Kesultanan Cirebon melalui desain gapura bergaya Candi Bentar di gerbang utama kompleks pendidikan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa seluruh SR dibangun dengan standar internasional sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto. “Beliau ingin memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera dengan menyediakan sekolah megah dan berkualitas, lengkap dengan asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop,” ujarnya.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menambahkan bahwa desain SR Cirebon tetap efisien meski berdiri di lahan terbatas. “Tidak ada fasilitas yang dikurangi, semua kebutuhan ruang terpenuhi melalui penataan layout yang optimal,” jelasnya.
Kontraktor pelaksana, PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh, menerapkan strategi percepatan dengan memastikan material tersedia, menambah tenaga kerja termasuk TNI, serta menerapkan shift malam. “Percepatan tidak mengurangi kualitas konstruksi. Asrama menggunakan panel PVC agar lebih kuat dan estetis,” kata Senior VP Marketing Syafriandy.
SR Cirebon berdiri di Desa Kaliwadas, Kecamatan Sumber, di atas lahan 5,4 hektare dengan luas bangunan 27.372 m². Kompleks ini dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama putra-putri, rumah susun guru, laboratorium, kantin, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dan fasilitas penunjang lainnya.