Ada pemandangan yang tak biasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, hadir untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama periode 2023–2024.
Alih-alih tegang, kehadiran Dito justru membuat awak media pangling karena penampilannya yang kini terlihat jauh lebih langsing, bugar, dan segar.
Rahasia Diet Ekstrem: Pangkas Kalori hingga Ikut HYROX
Saat dikonfirmasi mengenai perubahan fisiknya yang drastis, Dito membagikan cerita transformasinya setelah tidak lagi menjabat sebagai Menpora sejak September 2025 lalu. Ia mengaku telah berhasil memangkas berat badannya hingga 40 kilogram.
Rahasia kebugaran baru Dito meliputi disiplin ketat berikut:
-
Defisit Kalori Ketat: Membatasi asupan makanan harian secara ekstrem, yakni hanya maksimal 800 hingga 1.000 kalori per hari.
-
Setop Camilan: Meminimalisir konsumsi camilan dan fokus menahan lapar serta menjaga kualitas gizi.
-
Gila Olahraga & Ikut HYROX: Dito mengaku rutin berolahraga setiap hari. Ia bahkan sukses menyelesaikan kompetisi kebugaran ekstrem dunia, HYROX (kombinasi lari dan latihan fungsional), dengan catatan waktu yang impresif. “Iya (ikut HYROX), finish under 2 jam,” selorohnya santai, Selasa (30/6/2026).
Dito menceritakan bahwa berat badannya sempat melonjak hingga 50 kg sepanjang tahun 2020–2023. “Naik 50 kilo, sekarang sudah turun 40 kilo. Masih utang 10 kilo lagi,” tambahnya.
Diperiksa 4 Jam, Dicecar Soal Dua Tersangka Baru dari Pihak Swasta
Di luar urusan penampilan barunya, Dito harus menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih empat jam, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga keluar dari ruang penyidik pada pukul 14.08 WIB.
Jika pada pemeriksaan pertamanya (23 Januari 2026) Dito diperiksa untuk berkas perkara tersangka mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Gus Alex, kali ini ia dicecar terkait Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk dua tersangka baru dari pihak swasta.
Mengapa Dito Menjadi Saksi Kunci?
Nama Dito Ariotedjo menjadi penting dalam pusaran kasus ini karena posisinya saat menjabat sebagai menteri. Ia diketahui menjadi salah satu pejabat tinggi negara yang ikut terbang langsung dalam rombongan delegasi Indonesia ke Arab Saudi saat kesepakatan tambahan 20 ribu kuota haji dari Pangeran MBS disetujui pada tahun 2022.
Penyidik KPK memerlukan kesaksian dari Dito untuk memetakan alur pemberian kuota tambahan tersebut dan mendeteksi di titik mana kebijakan Kementerian Agama mulai melenceng dan disalahgunakan. Terlebih, Dito menyebut bahwa mertuanya juga memiliki keterkaitan dengan asosiasi yang relevan dengan klaster perkara ini.