Pasar modal Indonesia berhasil membalikkan keadaan. Setelah sempat terkapar di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mencatatkan rebound manis pada penutupan perdagangan Rabu (25/2/2026). Indeks terbang 41,39 poin atau 0,50% ke level 8.322,22, menghapus duka setelah sehari sebelumnya anjlok tajam 1,37%.
Kemenangan tipis ini dibarengi dengan transaksi raksasa senilai Rp29,82 triliun, di mana 336 saham berhasil unjuk gigi di zona hijau.
‘Pesta’ Saham Pulp dan Kertas Sinarmas
Bintang utama pada perdagangan hari ini jatuh pada sektor bahan baku, khususnya duo emiten kertas milik Grup Sinarmas. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) memimpin reli dengan lonjakan fantastis 16,50%. Sentimen positif ini dipicu oleh revisi naik proyeksi laba bersih 2026-2027 oleh analis yang mencapai 65%.
Langkah INKP diikuti oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) yang mencatatkan reli tiga hari beruntun. Tak mau ketinggalan, saham sektor energi ADMR dan sektor telekomunikasi EXCL juga masuk dalam jajaran top gainers yang memperkuat otot indeks.
Secara sektoral, kesehatan menjadi jawara dengan kenaikan 2,73%, disusul sektor barang konsumen siklikal yang tumbuh 2,71%. Meski demikian, pasar masih dibayangi koreksi pada sektor transportasi yang anjlok 1,69% serta sektor keuangan yang turun tipis.
Rupiah Ikut ‘Full Senyum’
Kabar baik tidak hanya datang dari lantai bursa. Mata uang Rupiah turut menunjukkan taringnya dengan menguat ke level Rp16.800 per dolar AS. Pelemahan indeks dolar global ke angka 97,78 memberikan ruang napas bagi mata uang Asia, termasuk Garuda, untuk bergerak lebih bertenaga.
Optimisme investor kembali bangkit seiring meredanya kekhawatiran di Wall Street. Meskipun isu AI dan ketidakpastian tarif dagang di Amerika Serikat masih menjadi perbincangan, penguatan S&P 500 dan Nasdaq memberikan sinyal positif bagi pasar emerging markets seperti Indonesia.
Kini, para pelaku pasar sedang memasang mata pada penilaian lembaga pemeringkat internasional terkait rating kredit Indonesia yang diharapkan bisa menjadi bahan bakar baru untuk reli berikutnya.