Sedikitnya 40 orang tewas, termasuk warga sipil dan personel militer, dalam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu dini hari yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat senior Venezuela kepada The New York Times.
Jumlah korban resmi masih menunggu verifikasi akhir, seiring otoritas Venezuela terus menghitung dampak operasi berdurasi lebih dari dua jam yang diberi sandi “Absolute Resolve.”
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengonfirmasi adanya korban dari kalangan warga sipil dan militer, meski tidak merinci angka. Jaksa Agung Tarek William Saab menyebut serangan itu sebagai “aksi teror kriminal” yang menyebabkan warga tak bersalah mengalami luka berat hingga kehilangan nyawa.
Korban di Kedua Pihak
Presiden AS Donald Trump mengakui ada pasukan Amerika yang terluka selama operasi, namun menegaskan tidak ada korban jiwa dari pihak AS. Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine mengungkapkan satu helikopter militer AS sempat terkena tembakan pertahanan darat Venezuela, tetapi tetap dapat beroperasi.
Trump menyebut sekitar enam tentara AS mengalami luka, sementara seluruh pesawat dan personel berhasil ditarik keluar dari wilayah Venezuela dengan selamat. “Fakta bahwa tidak ada yang tewas di pihak kami sungguh luar biasa,” ujar Trump dalam wawancara televisi Sabtu pagi.
Warga Sipil Jadi Korban
Korban sipil mulai bermunculan ke publik. Salah satunya Rosa González, perempuan berusia 80 tahun, tewas setelah serangan udara menghantam gedung apartemen tiga lantai di kawasan pesisir Catia La Mar, barat Caracas. Keponakannya, Wilman González, menceritakan bahwa ia nyaris tewas dan mengalami luka di wajah akibat ledakan sekitar pukul 02.00 dini hari. Seorang warga lain dilaporkan mengalami luka serius di lokasi yang sama.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menyatakan helikopter tempur AS menembakkan roket dan rudal ke kawasan perkotaan. Pemerintah setempat masih menyusun data lengkap korban tewas dan luka-luka.
Target dan Skala Operasi
Operasi militer AS menargetkan sejumlah fasilitas strategis, termasuk Pangkalan Militer Fort Tiuna, Pangkalan Udara La Carlota, Pelabuhan La Guaira, dan Bandara Higuerote. Serangan juga meluas ke berbagai instalasi di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Lebih dari 150 pesawat militer AS dilaporkan terlibat dalam operasi yang berlangsung sekitar dua jam 20 menit. Pasukan Delta Force melakukan serangan darat dengan dukungan Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160, sementara jet tempur dan pembom menyediakan perlindungan udara.
Operasi ini berakhir dengan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan federal terkait narko-terorisme.
