JAKARTA — Respons keras datang dari sejumlah anggota parlemen Massachusetts setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah meluncurkan serangan terhadap tiga lokasi nuklir strategis milik Iran.
Banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa langkah itu melanggar konstitusi, karena tidak mendapat persetujuan dari Kongres sebagai lembaga yang memiliki kewenangan menyatakan perang.
Senator senior Massachusetts, Elizabeth Warren, mengkritik tajam keputusan Trump lewat unggahan di platform X beberapa saat sebelum Presiden menyampaikan pidato resminya pada pukul 22.00 waktu setempat.
“Amerika Serikat tidak boleh memulai perang melawan Iran. Pengeboman Iran oleh Donald Trump tidak konstitusional. Hanya Kongres yang dapat menyatakan perang — dan Senat harus segera memilih untuk mencegah perang tanpa akhir lainnya. Ini adalah perang pilihan yang mengerikan,” tulis Warren.
Seperti dilansir CBSNews, rekan separtainya, Senator Ed Markey, menyoroti pentingnya jalur diplomasi dalam menghadapi ancaman nuklir Iran.
Ia menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tanpa otorisasi Kongres justru menimbulkan bahaya besar.
“Serangan militer Trump ke Iran adalah ilegal dan tidak konstitusional. Serangan ini tidak disetujui oleh Kongres dan membawa bahaya bagi seluruh rakyat Amerika.”
“Rakyat Amerika tidak menginginkan perang tanpa akhir lainnya di Timur Tengah…”
“Tindakan ilegal Trump meningkatkan risiko eskalasi menjadi perang regional yang lebih luas dengan risiko besar bagi pasukan dan personel AS serta warga sipil di wilayah tersebut.” Markey juga menyerukan pembicaraan damai antara Iran dan Israel.
Tak lama setelah kabar serangan menyebar, anggota Kongres Ayanna Pressley turut menyuarakan penolakannya. Ia menyebut tindakan Trump sebagai bentuk pelanggaran konstitusi yang membahayakan nyawa sipil.
“Ini adalah pelanggaran terhadap Konstitusi yang membahayakan nyawa orang tak bersalah. Kita tidak membutuhkan perang mematikan tanpa akhir lainnya. Kongres harus segera bertindak untuk menahan Trump.”
Sementara itu, Perwakilan Jake Auchincloss menekankan dua langkah penting: menghentikan program nuklir Iran dan mencabut otorisasi perang era 2001–2002.
“Dua hal harus segera dilakukan: – Iran menyerahkan program nuklirnya & menghentikan pendanaan teroris. – Kongres mencabut otoritas perang tahun 2001 & 2002 sehingga publik Amerika dapat memperoleh debat terbuka dan menyeluruh tentang pembuatan perang.”
Perwakilan Jim McGovern menilai serangan itu sebagai tindakan sembrono yang bisa menyeret AS ke dalam konflik besar di Timur Tengah tanpa dasar hukum yang sah.
“Ini gila. Trump baru saja mengebom Iran tanpa persetujuan Kongres, secara ilegal menyeret kita ke dalam perang di Timur Tengah. Belumkah kita belajar dari pelajaran sebelumnya?!?!”
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Katherine Clark, yang mewakili distrik kelima Massachusetts. Ia menyoroti bahaya yang kini mengancam keselamatan personel militer AS di kawasan tersebut.
“Kewenangan untuk menyatakan perang sepenuhnya ada pada Kongres. Keputusan sepihak Donald Trump untuk menyerang Iran tidak sah dan tidak konstitusional.”
“Dengan melakukan ini, Presiden telah mengekspos personel militer dan diplomatik kita di wilayah tersebut pada risiko eskalasi lebih lanjut. Rakyat Amerika, pria dan wanita kami dalam seragam, serta keluarga mereka berhak mendapatkan jawaban,” ungkap Clark.
Seruan bersama ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari para wakil rakyat mengenai arah kebijakan luar negeri AS yang dinilai semakin jauh dari prinsip-prinsip demokrasi dan hukum.
Mereka menuntut kembalinya kontrol militer ke tangan legislatif guna mencegah terulangnya perang tanpa ujung seperti yang pernah terjadi sebelumnya di kawasan yang sama.***