Libur sekolah tak selalu harus diisi dengan mengunjungi taman hiburan atau tempat wisata modern. Di jantung Kota Surabaya, tepatnya di Kampung Peneleh, Jalan Pandean, anak-anak sekolah dasar mengisi waktu liburan mereka dengan belajar sejarah secara langsung—mengunjungi Sumur Jobong, sumur kuno yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit.
Bersama teman-teman dan pendamping, para pelajar ini antusias menyimak cerita sejarah sambil menyentuh langsung jejak masa lalu. Ahmad Sama, salah satu pengunjung cilik, mengaku kerap datang ke lokasi ini karena merasa seperti “masuk ke sejarah secara nyata”.
Sumur Jobong diperkirakan dibangun sekitar tahun 1430-an. Temuan ini bermula dari proyek penggalian gorong-gorong Pemkot Surabaya pada tahun 2018, yang tanpa sengaja menemukan struktur batuan kuno dan tulang-belulang manusia. Penemuan tersebut langsung mendapat perhatian dari akademisi, termasuk arkeolog Universitas Airlangga, dan dinyatakan sebagai cagar budaya yang memiliki kemiripan dengan situs Majapahit di Trowulan.
Lebih menarik lagi, hasil uji karbon terhadap fosil manusia yang ditemukan menunjukkan bahwa mereka hidup di awal abad ke-15, dan memiliki kesamaan DNA dengan warga Kampung Peneleh saat ini—membuktikan bahwa sejarah dan masyarakat lokal memiliki keterikatan kuat.
Menurut Agus Santoso dari Kelompok Sadar Wisata pengelola Sumur Jobong, tempat ini kini menjadi media edukasi terbuka, sekaligus alternatif wisata sejarah gratis di tengah kota. Selain menghidupkan kembali semangat belajar sejarah, Sumur Jobong juga mengajarkan pentingnya melestarikan jejak masa lalu sebagai warisan untuk generasi mendatang.
Laporan Krisna Fajar – Surabaya, Jawa Timur
Caption | Admin: Raihana