JAKARTA – Pemerintah kembali mengirim bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan di dua wilayah tersebut terus diperkuat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk membawa bantuan ke sejumlah daerah di NTT dan Kalimantan.
Pengiriman tersebut dilakukan untuk membantu kebutuhan warga terdampak gempa di NTT sekaligus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Tiga Pesawat Bawa Bantuan ke NTT
Untuk NTT, pemerintah mengerahkan tiga pesawat TNI AU menuju Labuan Bajo dan Maumere.
Pesawat-pesawat tersebut membawa sekitar 31 ton logistik siap makan. Bantuan yang dikirim antara lain biskuit, wafer, protein bar, roti, berbagai kebutuhan pangan lainnya, hingga mainan untuk anak-anak.
Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.
Pengiriman bantuan ini melanjutkan langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga pascagempa.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengirimkan bantuan logistik dalam jumlah besar ke wilayah terdampak.
Kementerian PANRB mencatat bahwa hingga 19 Agustus 2026, total 253 ton logistik telah dikirim ke NTT atas instruksi Presiden.
500 Mesin Pompa Dikirim ke Kalimantan
Sementara itu, tiga pesawat TNI AU lainnya membawa bantuan menuju Kalimantan.
Pesawat tersebut masing-masing diarahkan ke Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin. Bantuan yang dibawa berupa 500 unit mesin pompa air.
Mesin pompa tersebut digunakan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut.
Jumlah 500 unit tersebut merupakan bagian dari rencana pengiriman 2.000 mesin pompa secara bertahap.
Pengiriman dilakukan berdasarkan instruksi Presiden Prabowo serta kebutuhan yang disampaikan para gubernur di Kalimantan.
Selain bantuan pompa, pemerintah juga memperkuat penanganan karhutla dengan tambahan personel dan armada udara.
BNPB menyebut adanya arahan penambahan 17 helikopter water bombing serta pengerahan sekitar 1.500 prajurit TNI untuk membantu proses pemadaman.
Presiden Minta Penanganan Dilakukan Cepat
Teddy mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terpadu.
Presiden juga meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan bantuan yang dikirim tidak berhenti pada proses distribusi, tetapi benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Arahan tersebut berlaku untuk penanganan di NTT maupun Kalimantan, mengingat kedua wilayah menghadapi situasi bencana yang berbeda.
Di NTT, pemerintah masih berfokus pada penanganan masyarakat terdampak gempa dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Sementara di Kalimantan, upaya pemerintah diarahkan untuk memperkuat penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Pemerintah Perkuat Penanganan di Dua Wilayah
Pengiriman enam pesawat TNI AU menjadi salah satu langkah terbaru pemerintah dalam merespons kondisi di NTT dan Kalimantan.
Sebanyak tiga pesawat membawa 31 ton logistik untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.
Sementara tiga pesawat lainnya membawa 500 mesin pompa air untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan.
Dengan bantuan yang terus dikirim secara bertahap, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi sekaligus mempercepat penanganan bencana di lapangan.***



