Topan super Fung-wong, yang dikenal secara lokal sebagai Uwan, resmi menerjang wilayah Filipina setelah membuat pendaratan di Provinsi Aurora, Pulau Luzon, pada Minggu (9/11) malam. Topan tersebut memicu kepanikan dan menyebabkan lebih dari 900.000 warga harus dievakuasi ke tempat aman.
Badan meteorologi Filipina menyebut Fung-wong kini berstatus super typhoon, dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai 185 km/jam dan hembusan maksimum hingga 230 km/jam. Pusat badai menghantam pesisir Aurora pada pukul 21.10 waktu setempat, membawa risiko gelombang badai setinggi lebih dari 3 meter yang berpotensi mengancam jiwa dan menghancurkan wilayah pesisir.
Topan ini datang hanya beberapa hari setelah Kalmaegi, badai dahsyat sebelumnya, menewaskan hampir 200 orang dan meninggalkan jejak kehancuran di sejumlah provinsi di Filipina.
Sekolah Tutup, Penerbangan Dibatalkan
Dampak Fung-wong mulai dirasakan sejak Minggu pagi di wilayah Bicol Timur, sebelum bergerak ke utara melewati Kepulauan Polillo pada sore hari. Pemerintah segera menutup sejumlah sekolah, sebagian beralih ke pembelajaran daring, sementara hampir 300 penerbangan dibatalkan.
Meski diperkirakan akan melemah setelah mendarat, Fung-wong tetap berpotensi mempertahankan statusnya sebagai topan selama melintasi Luzon. Curah hujan ekstrem hingga 200 mm diperkirakan turun di beberapa wilayah, termasuk Metro Manila, yang berisiko mengalami banjir besar dan tanah longsor.
Ribuan Warga Mengungsi
Di wilayah Aurora Timur, ratusan warga berlindung di pusat olahraga yang dijadikan tempat pengungsian darurat. Banyak di antara mereka adalah anak-anak yang terlalu muda untuk mengingat Topan Haiyan pada 2013—badai paling mematikan di sejarah Filipina yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.
Petugas penyelamat masih berjuang memulihkan wilayah terdampak Kalmaegi, yang kini harus menghentikan operasinya akibat badai baru ini. Hujan lebat menyebabkan banjir bandang dan longsoran lumpur yang menghantam permukiman warga miskin di lereng-lereng bukit.
Sementara itu, di Sabang, seorang pekerja hotel bernama Hagunoy (21) mengatakan kepada BBC bahwa polisi telah berulang kali datang untuk memastikan semua tamu dievakuasi. “Air laut sudah naik tinggi, tapi saya akan tetap di sini menjaga properti sampai situasi benar-benar tak aman,” ujarnya.