LOMBOK TENGAH, NTB – Suara lantang siswa sekolah dasar (SD) dari pelosok desa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak mencuri perhatian publik.
Mereka secara terbuka menyuarakan tuntutan keadilan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mereka rasakan hingga kini.
Aksi penuh keberanian itu datang dari murid SD Rentung di Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya.
Secara kompak mereka menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui sebuah video yang viral di media sosial.
Video yang diunggah akun TikTok @hadynfc tersebut memperlihatkan momen ketika anak-anak desa menyuarakan harapan mereka dengan penuh semangat.
Sekaligus menyentil realitas ketimpangan distribusi program MBG yang disebut telah berjalan lebih dari satu tahun.
Dalam rekaman tersebut, para siswa menegaskan bahwa hingga saat ini sekolah mereka belum tersentuh program makan bergizi yang digadang-gadang menjadi perhatian pemerintah bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
Seorang siswi dengan nada polos namun tegas menyampaikan keluhannya di hadapan teman-temannya yang turut menguatkan suara tersebut.
“Lapor Pak Prabowo, kami minta keadilan, MBG sudah berjalan satu tahun lebih tapi kami belum dapat-dapat,” katanya yang diiringi dengan seruan membenarkan dari teman-temannya, dikutip Senin (16/3).
Bagi siswa di daerah terpencil itu, program MBG bukan sekadar bantuan makanan.
Melainkan simbol kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan anak-anak tanpa memandang lokasi geografis.
Kondisi yang mereka alami memunculkan pertanyaan kritis dari salah satu siswa yang merasa adanya ketimpangan perlakuan terhadap anak-anak di wilayah pelosok.
“Apakah karena kami anak kampung yang tinggal di pelosok negeri sehingga tidak penting untuk mendapatkan MBG? Negeri ini tidak adil kepada kami,” kata siswa tersebut.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan sekaligus harapan besar agar pemerintah dapat lebih merata dalam menyalurkan program prioritas nasional.
Siswa lainnya turut menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama sebagai anak bangsa untuk mendapatkan fasilitas yang setara dengan pelajar di daerah lain.
“Bagaimana pun kita anak bangsa yang punya hak yang sama dengan anak-anak lain,” serunya.
Hingga kini, harapan anak-anak SD Rentung masih sederhana namun penuh makna, yakni agar program MBG segera menjangkau sekolah mereka dan memberikan manfaat nyata seperti yang telah dirasakan siswa di wilayah lain di Indonesia.***