JAKARTA – Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari setelah tabrakan dua kereta api menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai puluhan lainnya pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Tragedi di Provinsi Toledo itu menjadi kecelakaan kereta paling mematikan di Spanyol sejak 2013, ketika insiden serupa di dekat Santiago de Compostela merenggut 80 nyawa.
Tim penyelamat terus menyisir gerbong yang hancur sepanjang malam, sementara petugas menghadapi tantangan mengidentifikasi korban dan membantu keluarga yang masih mencari kabar kerabat mereka.
Kronologi Tabrakan Dua Kereta Cepat
Kecelakaan melibatkan kereta Iryo milik operator swasta yang mengangkut 147 penumpang dan kereta Renfe milik negara dengan 397 penumpang.
Insiden bermula ketika sistem persinyalan otomatis mengalami gangguan sehingga sejumlah perjalanan kereta dihentikan untuk mencegah risiko di jalur tersebut.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebut pusat kendali di Madrid diduga mengizinkan kereta Renfe kembali melaju meski sistem keselamatan belum pulih sepenuhnya.
Kereta Renfe kemudian menghantam bagian belakang kereta Iryo yang masih berhenti, menyebabkan sejumlah gerbong tergelincir dan terlempar menuruni tanggul.
Meski dugaan awal mengarah pada gangguan teknis dan keputusan pengendalian perjalanan, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki oleh pihak berwenang.
Pencarian Korban dan Identifikasi DNA
Ratusan petugas gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang, memeriksa bangkai kereta, serta mencari korban yang belum ditemukan di lokasi kejadian.
Garda Sipil Spanyol membuka pusat pelayanan keluarga di Madrid, Toledo, Sevilla, dan Córdoba untuk menerima laporan kehilangan serta mengumpulkan sampel DNA guna mengidentifikasi korban.
Perdana Menteri Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan pemerintah akan mengusut tragedi tersebut serta mengevaluasi kebutuhan peningkatan keselamatan kereta api.
Sorotan terhadap Keselamatan Kereta Api Spanyol
Tragedi di Toledo kembali memunculkan pertanyaan mengenai keandalan sistem pengamanan dan prosedur pengendalian kereta cepat di Spanyol.
Kecelakaan ini terjadi kurang dari setahun setelah insiden kereta di Adamuz, Córdoba, pada Januari 2026 yang menewaskan 46 orang.
Pemerintah berjanji menindaklanjuti setiap temuan investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan terungkap dan langkah pencegahan dapat diperkuat.***