JAKARTA – Target 10.000 langkah per hari kerap dianggap standar emas untuk hidup sehat. Namun, menurut dokter sekaligus ahli faal olahraga klinis, dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, angka tersebut tidak wajib bagi semua orang.
Ia menekankan bahwa jalan kaki tetap bermanfaat meski dilakukan dengan target lebih rendah, asalkan rutin dan sesuai kemampuan tubuh.
“Jalan kaki itu sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun saat bekerja, sehingga sangat efektif dijadikan gaya hidup sehat,” ujarnya dilansir dari Kompas.com.
Iwan menjelaskan, bagi orang yang jarang berolahraga, pasien diabetes, atau obesitas, target 5.000 langkah per hari sudah cukup baik sebagai permulaan. Dengan cara ini, tubuh dapat beradaptasi tanpa menimbulkan keluhan seperti nyeri sendi atau kelelahan berlebihan.
Ia menambahkan, manfaat jalan kaki lebih ditentukan oleh konsistensi dan durasi. Aktivitas dinamis selama 30 menit per hari, baik sekaligus maupun dibagi dua sesi, sudah membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Secara teori, aktivitas fisik ideal itu 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit per hari selama lima hari,” jelasnya.
Bagi pemula, durasi bisa dimulai dari 10 menit lalu bertahap ditingkatkan. Jalan kaki dinilai aman selama tubuh tidak menunjukkan keluhan serius seperti nyeri dada, sesak napas berlebihan, atau pusing. “Tidak perlu memaksakan angka tertentu, yang penting tubuh aktif bergerak secara rutin dan nyaman,” tegas Iwan, yang juga dokter tim PERSIS Solo.