Musim hujan sering membawa cuaca dingin, lembap, dan rentan terhadap penyakit seperti flu, pilek, batuk, serta masuk angin. Di tengah kondisi ini, secangkir teh hangat bukan hanya enak dinikmati sambil melihat hujan dari jendela, tapi juga punya banyak manfaat kesehatan. Teh kaya antioksidan (seperti polifenol dan katekin), membantu menghangatkan tubuh, menjaga hidrasi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meredakan gejala ringan pilek.
Berikut penjelasan mengapa teh jadi pilihan tepat di musim hujan, beserta jenis teh terbaik dan manfaatnya berdasarkan berbagai sumber kesehatan dan penelitian.
Mengapa Teh Hangat Cocok di Musim Hujan?
Suhu dingin membuat pembuluh darah menyempit dan sirkulasi darah melambat. Teh hangat membantu meningkatkan suhu tubuh, melancarkan peredaran darah, dan mengurangi rasa dingin menusuk.
Banyak jenis teh mengandung antioksidan tinggi yang melawan radikal bebas dan virus penyebab flu. Minum teh rutin bisa membantu tubuh lebih kuat melawan infeksi musiman. Uap hangat dari teh bisa membuka saluran napas, meredakan iritasi tenggorokan, dan mengencerkan lendir.
Meski dingin, tubuh tetap butuh cairan. Teh hangat lebih nyaman diminum daripada air putih biasa, sehingga membantu cegah dehidrasi yang sering terjadi saat flu. Minum teh sore hari bisa kurangi stres, bantu tidur lebih nyenyak—penting untuk pemulihan tubuh di musim hujan.
Jenis Teh Terbaik untuk Musim Hujan dan Manfaatnya
Berikut rekomendasi teh yang paling sering disebutkan cocok untuk musim hujan, beserta khasiatnya:
1. Teh Jahe
Paling populer di Indonesia saat hujan. Jahe mengandung gingerol yang bersifat anti-inflamasi dan antimikroba.
Manfaat: Menghangatkan tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, meredakan mual, batuk, pilek, dan masuk angin. Tambahkan madu dan lemon untuk tambah vitamin C dan efek antibakteri.
2. Teh Hijau
Disebut sebagai teh paling sehat karena kandungan polifenol dan katekin (EGCG) yang lebih tinggi daripada teh hitam.
Manfaat: Meningkatkan imunitas, melawan radikal bebas, menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan bahkan membantu cegah infeksi virus seperti flu. Cocok diminum rutin untuk pencegahan.
3. Teh Hitam
Termasuk varian seperti Earl Grey atau English Breakfast. Kaya teaflavin dan thearubigin.
Manfaat: Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, baik untuk kesehatan usus, dan memberikan energi tanpa terlalu banyak kafein. Hangatnya cocok untuk sore hujan.
4. Teh Chamomile
Teh herbal tanpa kafein dengan aroma menenangkan.
Manfaat: Meredakan sakit tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, dan membantu tidur lebih nyenyak—penting saat flu. Juga kurangi stres dan peradangan.
5. Teh Peppermint
Rasa segar dengan menthol alami.
Manfaat: Melegakan hidung tersumbat, meredakan perut kembung setelah makan, dan memberikan sensasi dingin-segar di tenggorokan yang iritasi.
6. Teh Oolong
Di antara teh hijau dan hitam (semi-fermentasi).
Manfaat: Kaya antioksidan, mineral (zat besi, kalsium), dan vitamin. Membantu jaga imunitas, turunkan berat badan, dan lindungi dari radikal bebas.
7. Teh Kayu Manis
Rempah hangat yang sering dicampur ke teh.
Manfaat: Meningkatkan sirkulasi, kurangi peradangan, jaga kesehatan jantung, dan redakan nyeri haid. Sangat cocok untuk menghangatkan tubuh.
