MONZA, ITALIA β Inter Milan berhasil melaju ke semifinal Coppa Italia 2025/2026 setelah mengalahkan Torino dengan skor tipis 2-1 pada babak perempat final. Pertandingan yang digelar di Stadion U-Power, Monza, pada Kamis (5/2/2026)Β itu berlangsung ketat, dengan Nerazzurri harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Laga ini digelar di venue netral karena Stadion Giuseppe Meazza sedang dipersiapkan sebagai salah satu lokasi pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. Meski bermain jauh dari markas kebiasaan, Inter tampil percaya diri dengan menerapkan rotasi besar-besaran. Pelatih Cristian Chivu memberikan kesempatan kepada para pemain muda seperti Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate yang menjalani debut penuh di tim utama, sementara sejumlah pilar seperti Matteo Darmian, Denzel Dumfries, Hakan Calhanoglu, dan Nicolo Barella absen karena cedera.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berlangsung cukup seimbang. Inter Milan nyaris membuka keunggulan pada menit ke-20 saat tendangan jarak jauh Carlos Augusto dari luar kotak penalti hanya menghantam mistar gawang Torino. Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-35 melalui Ange-Yoan Bonny. Issiaka Kamate, yang baru berusia 21 tahun, melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan yang disundul dengan sempurna oleh Bonny.
Memasuki babak kedua, Inter langsung menggebrak. Baru tiga menit babak kedua berjalan atau menit ke-47, Andy Diouf mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini berawal dari pergerakan Marcus Thuram di sisi kanan setelah menerima umpan Davide Frattesi. Thuram kemudian memberikan umpan tarik yang dengan tenang diselesaikan Diouf menjadi gol.
Torino tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-57, Sandro Kulenovic memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui sundulan memanfaatkan umpan Pedersen yang sempat membentur pemain Inter. Momentum Torino semakin meningkat, dan pada menit ke-74, Matteo Prati sempat membuat pendukung Torino bersorak setelah sundulannya masuk ke gawang Inter. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside.
Hingga peluit akhir, Inter berhasil menjaga keunggulan dan memastikan tempat di semifinal. Di babak empat besar, mereka akan menghadapi pemenang laga perempat final antara Napoli dan Como.
Chivu Puas dengan Kontribusi Pemain Muda
Usai pertandingan, Cristian Chivu, pelatih Inter Milan, menyampaikan kepuasannya atas penampilan anak asuhnya. Ia menilai rotasi yang dilakukan berjalan sesuai rencana, terutama dengan keberanian memberikan menit bermain kepada talenta akademi.
βSaya puas dengan performa, energi yang kami butuhkan dalam pertandingan seperti ini, dan apa yang berhasil kami ciptakan,β ujar Chivu seperti dikutip Football Italia.
βKetika skor menjadi 2-1, lawan memang mendapatkan momentum tambahan, tapi mereka tidak benar-benar mengancam gawang kami,β ujarnya.
Chivu secara khusus memuji Matteo Cocchi (19 tahun) yang bermain hingga menit ke-74 dan Issiaka Kamate (21 tahun) yang menyumbang satu assist.
βSaya memuji Cocchi dan Kamate, tetapi juga ingin memuji mereka yang menjalankan akademi muda Inter, yang telah bekerja dengan para pemain muda ini selama bertahun-tahun,β tambahnya.
Kepercayaan kepada pemain muda ini menjadi bukti bahwa Inter Milan tetap kompetitif meski tidak melakukan belanja pemain pada bursa transfer Januari 2026. Beberapa pemain kunci masih absen karena cedera, dan Tomas Palacios telah meninggalkan klub, namun Chivu menegaskan bahwa skuad tetap kuat.
βKami mencoba melakukan sesuatu, tetapi bursa transfer Januari sangat rumit. Kami memiliki 23-24 pemain, mengingat Palacios telah pergi, tetapi para pemain muda hebat dari tim U-23 ini dapat membantu kami,β jelas Chivu
Kemenangan atas Torino ini menjadi modal berharga bagi Inter Milan dalam perburuan gelar Coppa Italia musim ini. Setelah melalui perlawanan sengit, langkah Inter Milan ke semifinal menunjukkan kedalaman skuad yang semakin solid berkat kontribusi generasi muda. Suporter kini menantikan duel berikutnya, apakah melawan Napoli yang sedang on fire atau kejutan dari Como.
Pertandingan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah jadwal padat dan persiapan venue Olimpiade, Inter tetap mampu menjaga fokus pada target domestik. Dengan performa apik para pemain muda, masa depan klub asal Milan ini terlihat semakin cerah.