JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut positif pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Langkah strategis ini diharapkan mampu merevitalisasi institusi kepolisian nasional, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemulihan citra positif di tengah dinamika masyarakat yang semakin kritis.
Pembentukan tim khusus ini dituangkan melalui Surat Perintah Kapolri Nomor Sprin/2749/X/TUK.2.1./2025, yang menandai komitmen Polri untuk melakukan perubahan menyeluruh. Dalam pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025), Puan menekankan urgensi transformasi internal maupun eksternal agar Polri lebih adaptif terhadap tuntutan era digital dan transparansi.
“Ya tentu saja kami berharap tim transformasi ini betul-betul bisa mentransformasi Polri secara baik, dari dalam maupun ke luar,” ujar Puan saat ditemui usai acara di gedung DPR.
Harapan ini sejalan dengan agenda reformasi Polri yang telah menjadi sorotan nasional sejak beberapa tahun terakhir.
Puan menilai, keberhasilan tim reformasi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada implementasi nyata yang melibatkan sinergi antara kepolisian, legislatif, dan masyarakat.
Dengan demikian, Polri diharapkan mampu mengatasi isu-isu seperti penegakan hukum yang adil, pencegahan korupsi internal, serta respons cepat terhadap kebutuhan warga.
“Bisa meningkatkan citra positif Polri terhadap kinerjanya di hadapan masyarakat,” tambahnya, menyoroti potensi tim ini untuk mengubah persepsi negatif yang kerap muncul akibat kasus-kasus pelanggaran etika di masa lalu.
Langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintahan saat ini dalam memperkuat aparatur penegak hukum sebagai pilar utama keamanan nasional.
Para pakar tata negara menilai, reformasi Polri yang berkelanjutan dapat berkontribusi signifikan terhadap indeks kepercayaan publik, yang berdasarkan survei terbaru menunjukkan tren peningkatan meski masih perlu optimalisasi.
DPR RI sendiri siap mendukung melalui pengawasan legislatif, termasuk pembahasan anggaran khusus untuk program transformasi.
Puan menegaskan, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci sukses, agar reformasi tidak sekadar wacana tetapi menghasilkan dampak konkret bagi kesejahteraan rakyat.