JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Timnas Indonesia mampu mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026, usai kemenangan penting 1-0 atas China dalam laga kualifikasi zona Asia. Ia bahkan menantang skuad Garuda untuk menaklukkan Jepang dalam laga terakhir Grup C, yang dinilai sebagai kunci menuju panggung dunia.
Gol tunggal Ole Romeny di menit ke-45 membawa Indonesia mengamankan tiga poin penting di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/6/2025). Kemenangan ini mengangkat posisi Indonesia ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan 12 poin, menjaga asa lolos ke putaran final.
“Insya Allah, siapa tahu kali ini kita beruntung bisa masuk Piala Dunia. Siapa tahu,” ujar Prabowo usai pertandingan. Ia terlihat larut dalam euforia, menunjukkan rasa syukur atas semangat juang para pemain Garuda.
Dua Kemenangan Krusial di Kandang
Ini bukan kali pertama Prabowo menyaksikan kemenangan Timnas secara langsung. Pada 25 Maret 2025, ia juga hadir saat Indonesia menaklukkan Bahrain 1-0 di tempat yang sama, berkat gol cepat Ole Romeny. Dua kemenangan kandang ini menjadi momentum penting menjelang laga penentuan melawan Jepang.
Tantangan di Depan Mata: Kalahkan Jepang
Laga pamungkas melawan Jepang akan digelar pada 10 Juni 2025 di Panasonic Stadium, Osaka. Meski Jepang sudah memastikan lolos ke putaran final dengan 20 poin, laga tetap krusial bagi Indonesia. “Kalahkan Jepang!” seru Prabowo, menegaskan pentingnya laga tersebut dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Calvin Verdonk, pemain naturalisasi andalan Indonesia, berharap Jepang menurunkan skuad pelapis karena sudah lolos. “Pertandingan terakhir melawan Jepang di kandang mereka. Semoga mereka bermain tanpa tekanan,” ujar Verdonk.
Perebutan Posisi Dua Besar
Indonesia kini berada di posisi ketiga dengan 12 poin, tertinggal empat poin dari Australia dan unggul dua poin dari Arab Saudi. Dengan dua laga tersisa, peluang lolos masih terbuka, asalkan Indonesia mampu meraih hasil maksimal.
Menurut skenario, kemenangan atas China menjadi langkah awal, dan kini fokus tertuju pada laga berat kontra Jepang. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pentingnya optimisme. “Sekali lagi, kami harus optimistis,” ujarnya. Pelatih Patrick Kluivert terus mematangkan strategi dengan mengandalkan kekuatan pemain naturalisasi seperti Ole Romeny dan Calvin Verdonk.
Sejarah dan Harapan
Meskipun Jepang dikenal sebagai raksasa Asia, Indonesia memiliki catatan manis di masa lalu. Garuda pernah menang 2-0 atas Jepang dalam laga uji coba tahun 1981, dan menang telak 7-0 di Merdeka Tournament 1968. Meski Jepang pernah membalas dengan kemenangan 6-0 pada 1976, semangat yang ditunjukkan Timnas saat ini memberi harapan akan kejutan serupa.
Suporter Jadi Kekuatan Tambahan
Atmosfer di SUGBK begitu semarak dengan dukungan penuh dari puluhan ribu suporter. Usai pertandingan, nyanyian dan takbir menggema dari tribun, memperkuat semangat nasionalisme dan keyakinan akan potensi Garuda.
“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu,” terdengar dari ribuan suara pendukung, mencerminkan antusiasme dan harapan besar untuk Timnas.
Dengan keyakinan dari Presiden Prabowo, strategi dari Kluivert, dan dukungan dari masyarakat, Timnas Indonesia siap menghadapi laga hidup-mati kontra Jepang. Akankah Garuda mencetak sejarah dan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026? Jawabannya akan ditentukan dalam laga puncak pada 10 Juni.