BEKASI – Dalam upaya tanggap darurat terhadap banjir besar yang melanda Bekasi, jajaran TNI Angkatan Darat melalui Batalyon Infanteri (Yonif) 202/Tajimalela mengerahkan pasukan untuk membangun dapur darurat serta mengevakuasi warga terdampak.
Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan pangan dan keselamatan korban banjir tetap terjaga.
Danyonif 202/Tajimalela, Mayor Inf Dhavid Nurhadiansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan personel ke beberapa lokasi terdampak banjir di Bekasi untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami terjunkan dua Satuan Setingkat Peleton (SST) di Perumahan Pondok Gede Permai, dua SST di sektor Kemang Pratama, serta dua SST lainnya di Perumahan Kemang, Bekasi.”
“Di sektor Kalimalang, kami juga mendirikan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi,” kata Dhavid, Selasa (4/3/2025).
Dapur darurat tersebut dibangun agar warga yang terdampak tetap mendapatkan pasokan makanan yang layak selama masa pengungsian.
Selain menyediakan makanan, pasukan TNI AD juga dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban banjir menggunakan perahu karet.
Tim evakuasi menyisir permukiman yang terendam untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak di atap maupun lantai dua rumah mereka.
“Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang masih terendam banjir. Terutama balita, lansia, serta kelompok rentan lainnya,” jelas Dhavid.
Selain evakuasi, TNI AD juga turut menjaga keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mengungsi guna mencegah potensi tindak kejahatan.
Hingga kini, operasi tanggap darurat dan evakuasi masih terus berlangsung di berbagai titik banjir Bekasi.
Dengan kesiapan penuh, TNI AD memastikan akan terus bersiaga dan memberikan bantuan maksimal demi keselamatan serta kesejahteraan warga terdampak banjir.***