PAPUA – Tim Pengamanan (PAM) Pelabuhan Kodaeral X TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan 200 gram ganja di Pelabuhan Jayapura, Minggu dini hari kemarin. Operasi tersebut mengamankan seorang kurir berinisial EL.
Insiden bermula saat petugas melaksanakan kegiatan pengamanan rutin terhadap calon penumpang yang hendak menaiki KM Gunung Dempo. Ketelitian petugas pun membuahkan hasil ketika salah seorang penumpang pria terindikasi menyimpan barang terlarang. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, Tim PAM berhasil mengamankan tersangka berinisial Exsel Leatemi bersama barang bukti narkotika dengan berat total sekitar 200 gram.
Berdasarkan pendalaman awal yang dilakukan oleh aparat, diketahui bahwa narkotika tersebut rencananya akan diedarkan kembali di wilayah Nabire. Tersangka diduga kuat berperan sebagai kurir yang dijanjikan imbalan sebesar Rp7.000.000 oleh pemilik barang yang berinisial Mawar Warai.
Pengakuan tersangka kepada petugas mengungkap fakta yang lebih mencengangkan. Tersangka mengaku bahwa aksi penyelundupan ini bukan kali pertama dilakukannya.
“Tersangka mengaku telah empat kali melakukan pengiriman ganja dengan tujuan yang sama dan atas perintah pemilik yang sama,” ucap petugas Tim Pengamanan (PAM) Pelabuhan Kodaeral X TNI AL
Temuan ini memperkuat dugaan adanya pola distribusi narkotika yang sistematis dengan memanfaatkan transportasi laut sebagai jalur utama peredaran ilegal di wilayah timur Indonesia.
Petugas tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga menyita seluruh barang bukti yang terdiri dari 15 bungkus plastik berisi narkotika jenis ganja. Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti nyata tingginya kewaspadaan aparat TNI AL dalam menjaga pelabuhan yang merupakan titik rawan penyelundupan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan hukum, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Satuan Narkoba Polresta Jayapura. Penyerahan ini dilakukan untuk pemrosesan hukum lebih lanjut guna memastikan efek jera bagi para pelaku serta mengungkap jaringan yang lebih luas.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa peran TNI AL tidak hanya terbatas pada menjaga kedaulatan dan keamanan laut, tetapi juga aktif dalam mendukung pemberantasan narkotika. Sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di pelabuhan, perairan, serta jalur distribusi laut lainnya guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di wilayah Indonesia.